Kecelakaan Maut Jalan Solo
KRONOLOGI Kecelakaan Maut di Jalan Laksda Adisucipto Sleman, Motor Oleng, Lalu Hantam Devider
Korban yakni AC (32) dan RS (27) yang semuanya warga Jetis tersebut mengalami kecelakaan setelah motor yang dikendarainya oleng dan menabrak devider
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua orang tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Laksda Adisutjipto, tepatnya depan gedung Wanita Tama Dusun Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (9/10/2023) pagi.
Korban yakni AC (32) dan RS (27) yang semuanya warga Jetis Yogyakarta tersebut mengalami kecelakaan setelah motor yang dikendarainya oleng dan menabrak devider atau pembatas jalan.
Keduanya meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala.
Jenazah keduanya kemudian langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Yogyakarta.
Kasat Lantas Polresta Sleman Komisaris Polisi Andhies F Utomo mengatakan korban mengalami luka parah akibat benturan keras.
Korban AC mengalami luka cidera bagian kepala, patah tulang kaki dan punggung.
Sedangkan korban RS mengalami luka sobek bagian wajah dan cidera kepala berat.
"Keduanya meninggal dunia dan dibawa ke RS Bhayangkara," terang Andhies.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Sleman, Pemotor Tabrak Devider Jalan, Dua Orang Meninggal Dunia
Kronologi
Kecelakaan lalulintas tersebut bermula ketika sepeda motor Honda Vario nopol AB 4158 PU yang dikendarai kedua korban, melaju dari arah timur ke barat.
Sesampai di lokasi kejadian, korban diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraannya oleng ke kanan hingga terjatuh.
Nahas, jatuhnya sepeda motor tersebut membentur pot tanaman dan pembatas devider tengah jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono menambahkan, kerasnya benturan itu mengakibatkan kedua korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.
Sedangkan sepeda motor yang ditunggangi korban rusak pada bagian bodi depan sebelah kanan pecah.
Menurut Bowo, kecelakaan lalulintas ini diduga karena human eror. Bukan karena kontur jalan bergelombang.
"(Dugaannya) karena human eror terkait konsentrasi. Kasusnya ditangani (Satlantas) Polresta Sleman," kata dia.(rif)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.