Mengenal Benzoil Peroksida, Obat untuk Jerawat
Benzoil peroksida merupakan obat luar dan biasa terkandung dalam berbagai produk kecantikan, seperti pembersih wajah, gel, dan krim untuk wajah
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Jerawat merupakan masalah kulit yang biasa dialami banyak orang. Kondisi ini dapat mengganggu karena akan mempengaruhi penampilan.
Jerawat timbul karena terdapat sebum atau minyak berlebih pada kulit. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya hormon reproduksi, stress, konsumsi makanan tertentu, hingga produk perawatan yang tidak tepat.
Pusat Informasi Obat Universitas Gadjah Mada menyebutkan, salah satu jenis obat jerawat yang beredar di masyarakat adalah benzoil peroksida.
Benzoil peroksida merupakan obat luar (topikal) dan biasa terkandung dalam berbagai produk kecantikan, seperti pembersih wajah, gel, dan krim untuk wajah.
Untuk mengetahui suatu produk mengandung benzoil peroksida atau tidak dapat dilakukan dengan melihat bagian komposisi produk yang biasanya terdapat pada kemasan atau kardus produk.
Baca juga: Manfaat Konsumsi Telur Setengah Matang untuk Tubuh
Penggunaan benzoil peroksida
Fungsi dari benzoil peroksida yaitu membuka pori-pori tersumbat, meredakan peradangan, dan membersihkan minyak. Senyawa ini bekerja sebagai obat anti jerawat dengan cara menghancurkan bakteri penyebab jerawat.
Dibutuhkan minimal satu bulan penggunaan rutin untuk mendapatkan efeknya.
Benzoil peroksida tidak memengaruhi produksi sebum dan pelepasan sel-sel folikel kulit sehingga jerawat mungkin dapat muncul kembali ketika penggunaannya dihentikan.
Dalam bentuk obat jerawat biasanya benzoil peroksida terdapat pada kadar 2,5 persen-10 persen .
Obat ini dijual bebas tanpa resep dokter dan dapat digunakan untuk usia ≥12 tahun dengan cara mengoleskan pada area jerawat 1-2 kali sehari.
Untuk kulit sensitif, sebaiknya penggunaan dimulai dari dosis rendah yaitu 2,5 persen .
Efek samping yang mungkin dapat terjadi dari pemakaian benzoil peroksida adalah kemerahan, gatal, kulit kering, sensasi panas dan menyengat, serta kulit bersisik.
Obat jerawat ini dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari. Maka dari itu, dianjurkan untuk menggunakan tabir surya demi melindungi kulit.
Benzoil peroksida tidak disarankan untuk ibu hamil karena masuk dalam kategori C yang mungkin berisiko pada kehamilan atau janin dalam kandungan.
Pada ibu menyusui, belum diketahui bisa tidaknya obat ini diserap ke dalam ASI. Apabila Anda hamil atau menyusui lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jerawat-Meradang.jpg)