Kuliner

Mengapa Namanya Sate Kere? Ini Dia Sejarahnya

Sate kere merupakan sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, usus, lemak, hati, jantung, dan tempe gembus.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Mengapa Namanya Sate Kere? Ini Dia Sejarahnya 

Mengapa Namanya Sate Kere? Ini Dia Sejarahnya
Mengapa Namanya Sate Kere? Ini Dia Sejarahnya (tribunjogja/hamimthohari)

TRIBUNJOGJA.COM - Sate kere merupakan sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, usus, lemak, hati, jantung, dan tempe gembus.

Sate kere ini banyak kita jumpai di Kota Solo maupun Kota Jogja.

Sate kere tak hanya sebatas makanan tradisional saja, namun dibalik itu ada sejarah sate kere loh.

“kere” dalam Bahasa Jawa mempunyai arti miskin.

Tak hanya sekedar makanan untuk orang miskin, namun sate kere kini telah berubah menjadi makanan yang memiliki cita rasa yang khas.

Baca juga: Sate Kere, Kuliner Jogja yang Semula untuk Orang Miskin Kini Diserbu Berbagai Kalangan dan Wisatawan

Kenapa dinamakan sate kere?

Karena pada zaman penjajahan Belanda, orang yang menyantap sate kere hanya orang-orang pribumi yang berasal dari masyarakat kurang mampu.

Penjajah dengan kekayaannya mampu menikmati sate daging, dan sedangkan masyarakat pribumi hanya memakan sisa-sisa dari daging itu.

Sate kere yang terdiri dari tempe gembus dan jeroan sapi , karena pada zaman dahulu daging hanya dimakan oleh bangsa kolonial dan para priyayi.

Jeroan sapi dianggap limbah pangan oleh bangsa kolonial dan para priyayi makanya dipakai untuk membuat sate kere.

Dan terciptalah sate kere sajian sederhana yang dikonsumsi oleh kaum pribumi.

Sate kere ini disajikan dengan bumbu kacang, namun bumbu kacang tersebut berbeda dengan bumbu kacang sate pada umumnya.

Bumbu kacang yang disajikan dapat membuat tempe gembus memiliki rasa persis dengan daging.

Pada saat ini sate kere digemari oleh semua kalangan.

Bahkan Presiden Joko Widodo pun menyukai sate kere juga.

Sate kere biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp. 3000-5.000 pertusuk.

Biasanya sate kere ini dimakan menggunakan lontong.

(MG- Sheila Rismanda)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved