Berita Gunungkidul Hari Ini

DLH Gunungkidul Ungkap Hasil Uji Lab Dugaan Pencemaran di Pantai Krakal dan Slili

Dari hasil uji laboratorium  terdapat dua parameter yang melebihi baku mutu yaitu Biological Oxygen Demand (BOD) dan unsur Fenol.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Petugas saat membersihkan Pantai Krakal dari dugaan tercemar limbah, pada Minggu (9/10/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan hasil uji laboratorium dugaan pencemaran di Pantai Krakal dan Slili di Kalurahan Sidoarjo, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, dari hasil uji laboratorium  terdapat dua parameter yang melebihi baku mutu yaitu Biological Oxygen Demand (BOD) dan unsur Fenol.

"Namun, untuk materialnya apa  belum bisa dipastikan. Akan tetapi, dua parameter ini melebihi ambang batas,"kata dia, Rabu (25/10/2023).

Pasca dugaan pencemaran  tersebut, kata dia,  saat ini kondisi kedua pantai sudah kembali normal.
 
"Ada petugas yang monitoring dan kondisinya sudah normal seperti sebelum terjadinya pencemaran,"terangnya. 

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan, benda asing itu ditemukan di pinggiran pantai bercampur dengan pasir sejak kemarin, Sabtu (7/10/2023).

"Dari kemarin itu sudah ada, diinjak-injak sama pengunjung. Karena, kalau terinjak dia (dugaan limbah) akan lengket. Bentuknya seperti gumpalan hitam kalau terkena panas akan mencair dan mengeluarkan bau mirip solar. Untuk jumlahnya tidak begitu banyak,"ujarnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu Kepala Dinas DLH Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pihaknya sempat menemukan  biota laut mati setelah munculnya limbah tersebut

Adapun biota laut yang ditemukan mati di kawasan tersebut yakni bulu babi dan kepiting kecil. 

"Laporan dari petugas kami di lapangan ditemukan kepiting kecil, binatang laut sama bulu babi mati di Pantai Slili dan Krakal. Untuk dugaan limbahnya mirip seperti aspal dan berbau solar," katanya (. Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved