Berita Jogja Hari Ini

Diskop UKM DIY dan BI DIY Berkolaborasi Dorong Bisnis UMKM di DIY Agar Naik Kelas

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY menggali potensi kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Wilayah DIY untuk

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY menggali potensi kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Wilayah DIY untuk mendorong UMKM di DI Yogyakarta agar naik kelas.

Kepala Diskop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan, membangun sinergitas dengan BI penting dilakukan lantaran dalam mengembangkan UMKM maupun koperasi di DIY diperlukan peran pentahelix. 

Yakni mencakup akademisi, pemerintah, perbankan, masyarakat, hingga media.

"Dengan BI kita sama-sama meningkatkan kapasitas dari pelaku usaha," ujar Siwi, Kamis (19/10/2023).

Baca juga: Pemkab Klaten Dapat Juara I Penghargaan dari Kemenkominfo RI, Maksimalkan Pemanfaatan Srikandi

Siwi menjelaskan, untuk mendukung UMKM naik kelas perlu meningkatkan sejumlah aspek pada UMKM.

Di antaranya sumber daya manusia, legalitas kelembagaan, produk, pembiayaan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi.

"Kami ketemu dengan BI itu menyinkronkan hal-hal itu. Dari BI kan juga punya program-program, harapannya bisa disinkronkan agar hasilnya lebih optimal," jelasnya.

Adapun sejumlah program yang bisa dikolaborasikan misalnya BI bisa membantu memasarkan produk UMKM di DIY. Salah satunya melalui event Grebek UMKM.

Event yang diinisiasi sejak tahun 2017 ini, merupakan orkestrasi hasil pengembangan UMKM DIY dalam bentuk kolaborasi antara BI dengan Pemerintah Daerah DIY dan sejumlah stakeholder lainnya.

"Jadi tidak hanya tahun ini, tahun lalu kita punya database dari SiBakul itu dikurasi untuk bisa masuk Grebek UMKM," katanya.

Lebih lanjut, BI juga mendorong perkembangan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tanah air. Penggunaan QRIS di kalangan UMKM pun semakin meluas.

Hal tersebut dianggap juga berdampak positif bagi perkembangan UMKM di DIY. 

Misalnya penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun. QRIS juga mempermudah pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM.

"Bagaimana mereka mempunyai Qris terhadap tata kelola keuangannya kebetulan di BI ada SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) untuk sistem tata kelola manajemen keuangannya ini kita sama sama mengisi ke sana," kata Siwi. (tro/ord)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved