Joglo Panembahan Penyangga Sumbu Filosofi, Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

Ketua Kampung Mangunegaran Edy Hardjanto menjelaskan, wilayah ini dulunya merupakan kediaman pejabat Keraton Yogyakarta yakni Gusti Mangunegoro

ist
Joglo Panembahan sudah mengalami pembaruan, Jumat (13/10/2023). Bangunan ini merupakan salah satu gedung warisan budaya yang kini masih dimanfaatkan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kampung Mangunegaran secara administratif masuk ke dalam wilayah Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton dan menjadi salah satu wilayah dengan status penyangga Sumbu Filosofi.

Pada wilayah ini banyak bangunan peninggalan sejarah yang masih dimanfaatkan sampai sekarang dan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) oleh pemerintah.

Ketua Kampung Mangunegaran Edy Hardjanto menjelaskan, wilayah ini dulunya merupakan kediaman pejabat Keraton Yogyakarta yakni Gusti Mangunegoro.

Tempat tinggalnya terletak di perempatan Jalan Sawojajar. Seiring berjalannya waktu muncul pemukiman penduduk di sekitarnya dan semakin berkembang sampai saat ini.

"Jadi asal usul nama Kampung Mangunegaran itu diambil dari nama Gusti Mangunegoro. Lama kelamaan wilayah ini disebut dan dikenal dengan nama itu," katanya.

Di wilayah Mangunegaran terdapat sejumlah kampung yang masing-masing di antaranya punya keunikan dan cerita sejarah. Beberapa di antaranya yakni Kampung Musikanan, Bludiran, Wijilan, Kenekan, Pandeyan, Sawojajar dan Mangunegaran.

Sejumlah kampung itu, ada yang dulunya merupakan tempat tinggal para Abdi Dalem di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Menurut Edy, salah satu BCB yang ada di Kampung Mangunegaran adalah Joglo Panembahan yang berlokasi di Jalan Panembahan 20 RT 51/13.

Sekarang gedung ini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pertemuan formal atau acara resmi berupa pesta pernikahan, seremonial pemerintah dan lain sebabnya.

Bentuk bangunan yang khas menjadikannya sebagai salah satu favorit sebagai lokasi penyelenggaraan acara.

Edy menjelaskan, pasca Perjanjian Giyanti telah berkembang kampung-kampung kota yang dimulai dari Keraton Yogyakarta salah satunya adalah di kawasan Panembahan.

Pada masa selanjutnya, pemukiman penduduk dan jaringan jalan di wilayah Kampung Mangunegaran dan sekitarnya bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Salah satu BCB yang berada di kawasan itu adalah Gedung Joglo Panembahan.

Tempat ini dulunya merupakan gedung pertemuan yang biasa digunakan untuk pernikahan maupun acara formal.

Gedung ini telah didesain ulang untuk menambah kesan estetis berupa renovasi di beberapa tempat lainnya guna menambah daya tariknya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved