Momen Dirlantas Polda DIY Tegur Koordinator Proyek Pelebaran Jalan Jogja-Wonosari, Ini Kronologinya

Video momen Dirlantas Polda DIY menegur koordinator proyek itu pun diunggah oleh akun instagram @Poldajogja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.tangkapan Layar
Momen Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Afian Nurrizal, menegur koordinator proyek Jalan Jogja-Wonosari, Sabtu (14/10/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momen Direktur Lalu lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Afian Nurrizal, menegur koordinator lapangan proyek pengecoran jalan kawasan Patuk, Gunungkidul menjadi perhatian publik.

Pasalnya, koordinator proyek tersebut diketahui tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian saat melakukan pengecoran pelebaran jalan utama Jogja-Wonosari menuju Gunungkidul tersebut.

Akibatnya kemacetan panjang terjadi di jalur tersebut hingga mencapai belasan kilometer.

Video momen Dirlantas Polda DIY menegur koordinator proyek itu pun diunggah oleh akun instagram @Poldajogja.

Saat dikonfirmasi, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengatakan kejadian itu berlangsung Sabtu (14/10/2023) kemarin.

"Saya lihat di maps itu jalur dari perempatan Patuk itu merah (macet) parah. Saya tanya itu ada apa, ternyata ada pengecoran jalan," katanya, Minggu (15/10/2023).

Alfian lantas menanyakan terkait hal ini kepada Satlantas Polres Gunungkidul mapun Polres Bantul.

Ternyata dari kedua penanggung jawab wilayah tidak mendapat pemberitahuan dari pemegang proyek.

"Tidak ada koordinasi, dari PJR Ditlantas juga gak ada. Sementara kewenangan jalan itu kan ada di kami," ujarnya.

Mengetahui hal tersbut, Alfian lantas mendatangi lokasi proyek yang letaknya di kawasan Bukit Bintang, Jalan Yogyakarta-Wonosari.

"Saya tanya itu yang nyuruh siapa, katanya atasan. Kenapa nggak koordinasi, kasihan masyarakat macet berjam-jam. Itu kemarin sampai 15 Kilometer, loh," terang dia.

Menurut Alfian kemacetan terjadi pada Sabtu sore sejak sekitar pukul 17.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB.

Terdapat empat truk pembawa material cor yang rencananya digunakan untuk pelebaran jalan.

Alfian menyayangkan pihak penanggung jawab proyek memanfaatkan waktu pengecoran ketika jam padat lalu lintas.

"Kalau itu insidental gak masalah, misal longsor atau apa. Lah, ini nggak ada apa-apa kenapa harus dilakukan saat sore hari. Orang pulang kerja, wisatawan kembali dari Gunungkidul. Ini kasihan masyarakat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved