Tips Kesehatan
Penyakit Kulit Kudis: Penyebab, Gejala, Cara Pengobatan, dan Pencegahannya
Penularan kudis sangat mudah terjadi apabila berkontak langsung dengan penderita ataupun berbagai barang yang sama
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Gejala kudis (scabies)
Jika kulit terpapar tungau dan menimbulkan penyakit kudis biasanya akan muncul gejala 2 hingga 4 minggu setelahnya.
Penderita kudis akan mengalami gejala seperti timbulnya ruam kemerahan dan berbentuk seperti jerawat pada kulit, terasa sangat gatal terlebih pada malam hari, kulit menjadi bersisik dan lecet, dan kulit menjadi luka akibat digaruk.
Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Stres Lewat Kulit
Cara pengobatan kudis (scabies)
Penyakit kudis dapat diobati dengan menggunakan krim tertentu dengan resep anjuran dari dokter. Biasanya dokter akan menganjurkan menggunakan krim seperti lotion benzyl benzoate, calamine, lindane, crotamiton, krim sulfur, dan permethrin.
Krim tersebut berguna sebagai pengobatan luar dengan mengoleskannya pada kulit yang terdapat kudis.
Selain itu, terdapat juga obat yang dikonsumsi untuk penderita kudis seperti antibiotik dan antihistamin.
Perawatan sederhana dapat dilakukan dirumah untuk mengurangi rasa gatal yaitu dengan cara:
1. Berendam dengan air dingin dan menempelkan kain basah pada kulit yang terdapat kudis
2. Mengoleskan lotion kalamin pada area yang terdapat kudis
Pencegahan penyakit kudis (scabies)
Kudis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri agar tidak terpapar tungau sarcoptes scabiei.
Apabila terlanjur berkontak langsung dengan penderita kudis, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mendapat penanganan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kulit-gatal.jpg)