Beras dari Plastik
VIDEO VIRAL Beras Terbuat dari Plastik, Ini Penjelasan dan Analisis Pakar UGM
Beredarnya video tersebut menimbulkan rasa khawatir terkait beredarnya beras sintetis di tengah masyarakat.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang menunjukkan beras yang diduga berasal dari bahan plastik.
Dalam video yang viral tersebut, nasi yang terbuat dari beras yang diduga berasal dari bahan plastik tersebut dikepalkan menjadi bulatan sebesar bola ping pong, dilemparkan dan kemudian dapat memantul.
Praktis, beredarnya video tersebut menimbulkan rasa khawatir terkait beredarnya beras sintetis di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono, S.Pt., M.Sc., Ph.D, memastikan pemberitaan dan video tentang beras (konsumsi) palsu yang terbuat dari plastik adalah informasi bohong alias hoax.
Jika hal itu sebagai informasi benar maka saat beras dari plastik dikukus mustahil bisa mengembang atau berubah wujud menjadi nasi.
Menurutnya, polimer plastik saat dipanaskan atau dikukus hanya akan berubah jadi plastik panas.
Bahkan, jika terlalu panas ia akan mengkerut atau mengkeret, bukan malah mengembang.
“Begitu pula dengan beras plastik komersial. Jika memang benar ada, maka saat dipanaskan ia hanya akan berubah menjadi beras plastik panas, bukan berubah menjadi nasi,” ujarnya, Rabu (11/10/2023).
Nanung menyampaikan jika ada orang yang membuat video menggenggam nasi lantas dibentuk bola padat lalu bisa memantul saat dilempar, maka hal itu bukan berarti mengindikasikan nasi tersebut terbuat dari plastik.
Namun, nasi tersebut mengindikasikan memiliki kandungan non-starch polysaccharides (NSP) atau karbohidrat non-patinya tinggi.
Terutama pada kandungan amilopektin dan amilosa. Contoh jenis beras yang memiliki kandungan amilopektin dan amilosa tinggi adalah beras ketan atau glutten rice atau stiky rice.
“Itulah sebabnya mengapa lemper itu saat digigit sangat liat berbeda dengan arem-arem yang terbuat dari beras biasa,” terangnya.
Nanung menjelaskan industri nasi palsu, telur palsu, ikan (tempura) palsu, kobis palsu, sayur palsu sesungguhnya memang ada di Jepang dan di China.
Meski begitu produk-produk tersebut sebatas sebagai bahan displai menu masakan di depan restauran siap saji dan bukan untuk dikonsumsi.
Di Jepang, China atau Thailand banyak ditemui restauran-restauran yang memajang menu masakannya dengan produk-produk semacam itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jika-bermimpi-tentang-nasi-berbahagialah-karena-mungkin-saja-anda-akan-naik-jabatan.jpg)