Tips Kesehatan

Penjelasan Tentang Posisi Tidur yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW

Islam telah mengatur berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia, dimulai dari bangun tidur hingga cara memperlakukan orang yang telah meninggal.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
freepik
Posisi tidur yang dianjurkan dalam islam 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam Islam segala sesuatu itu telah memiliki aturan dan tata caranya.

Islam telah mengatur berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia, dimulai dari bangun tidur hingga cara memperlakukan orang yang telah meninggal.

Bukan tanpa alasan aturan-aturan tersebut ada, terkadang aturan  tersebut memiliki manfaat dan keutamaannya tersendiri bagi manusia tanpa menyadarinya.

Islam juga mengatur bagaimana cara berinteraksi dengan sesama manusia sesuai usianya, mengatur bagaimana cara beribadah, cara melakukan aktivitas sehari-hari, dan cara memperlakukan hewan.

Baca juga: 10 Manfaat Tidur Siang bagi Kesehatan Tubuh

Bahkan dalam makan dan tidur pun terdapat adab dan tata caranya sendiri.

Dimulai dari makan yang dianjurkan menggunakan tangan kanan, hingga aturan mengenai posisi tidur.

Dalam aturan posisi tidur Rasulullah telah memberikan penjelasan dalam Haditsnya yang berbunyi:

 إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya:“Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa dianjurkannya tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan adalah karena Rasulullah menyukai untuk melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan, seperti makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, mengisi shaf dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan, dan beberapa anjuran-anjuran lainnya.

Tidur dengan posisi bertumpu pada sebelah kanan dipercaya akan lebih cepat untuk terbangun, sehingga tidak menyulitkan orang yang membangunkannya.

Selain itu, Rasulullah juga telah memberikan contoh untuk tidur menghadap kiblat atau Ka'bah, seperti yang terdapat dalam Hadits yang berbunyi:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيه وسَلَّم يَأْمُرُ بِفِرَاشِهِ فَيُفْرَشُ لَهُ، فَيَسْتَقْبِلُ الْقِبْلَةَ، وَإِذَا آوَى إِلَيْهِ تَوَسَّدَ كَفَّهُ الْيُمْنَى

Artinya:“Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal” (HR Abu Ya’la).

Tidur dengan menghadap kiblat, seperti dalam hadits di atas dapat digambarkan dengan dua cara. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Nawawi Banten berikut:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved