TikTok Sudah Kirim Surat ke Menteri Perdagangan, Apa Isinya?

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa Tiktok Shop sudah mengirimkan surat terkait kesediaannya patuh terhadap aturan di Indonesia.

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan setelah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (15/6/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa Tiktok Shop sudah mengirimkan surat terkait kesediaannya patuh terhadap aturan di Indonesia.

Hal itu dikatakan saat bertemu para pelaku UKM fesyen dan tekstil di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Selasa (3/10/2023).

Menurut Bang Zul, sapaannya, TikTok akan mematuhi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

TikTok Shop menyatakan dan berjanji tidak akan berjualan dan bertransaksi lagi.

Meskipun faktanya hingga hari ini layanan Tiktok Shop masih dapat digunakan.

"Tiktok sudah kirim surat ke saya patuh ikut pada aturan pemerintah," katanya Zulhas.

Dia menegaskan social commerce seperti TikTok Shop tidak boleh digunakan untuk berjualan dan bertransaksi.

Sesuai keputusan saat rapat terbatas di Istana Negara, social commerce hanya diperbolehkan untuk promosi.

Zulhas menyebut akan memeriksa social commerce yang masih melanggar Permendag Nomor 31 Tahun 2023.

Kata dia, tidak akan ada kelonggaran dan pemerintah bakal memberikan sanksi apabila dilanggar.

"Itu saja dulu Tiktok sudah kirim surat, nanti kami cek, tikdak ada kelonggaran. Berlaku sudah (Permendag Nomor 31 Tahun 2023, red)," imbuhnya.

Mendag bercakap perintah Presiden Jokowi sudah sangat jelas yaotu pemerintah harus sungguh-sungguh memperhatikan pelaku UMKM Tanah Air.

Pasalnya jumlah pelaku UMKM di Indonesia mendominasi mencapai 90 persen serta menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Keberpihakan kita kepada UMKM enggak bisa ditawar-tawar. Kita bina, kita kembangkan agar mereka bisa menguasai pasar domestik, kemudian bisa ekspor," ujarnya.

Zulhas melanjutkan kegiatan peninjauan para pelaku UMKM bidang fesyen dan tekstil dari sebelumnya berkunjung ke Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat serta Pasar Asemka Jakarta Barat.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu kini menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur, menyapa para pedagang sekaligus berbelanja.

Dia menumpangi mobil Toyota Alphard dan tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB.

Begitu tiba, Zulhas langsung mengunjungi kios pedagang fesyen, produk kecantikan, jam tangan, dan kacamata.

“Bagaimana sudah mulai ramai yang beli,” tanya Zulhas ke pedagang.

“Belum pak masih sepi,” kompak para pedagang.

“Tapi sudah agak lebih ramai kan sekarang?” tanya Zulhas lagi.

“Iya sudah mendingan dibanding masih ada Tiktok Shop,” tutur pedagang produk kecantikan.

"Jadi begitu social commerce tidak berjualan, (pedagang offline) ramai," timpal Zulhas.

Mendag membeli dagangan pelaku UMKM di setiap kios yang dijumpai.

Zulhas tampak membeli kaos overzise, produk kecantikan, jam tangan, dan kacamata.

Total belanjaan Mendag di Pusat Grosir Cililitan lebih dari Rp2 juta.

Namun, semua barang yang dibeli langsung dibagikan ke orang-orang di sekitarnya.

Pada satu kesempatan, ia juga mengunjungi toko pakaian dalam.

Di tempat tersebut, ia membeli empat lusin pakaian dalam, lalu langsung meminta agar dikasih ke empat ibu-ibu yang kebetulan sedang berada di sampingnya.

"Beli empat lusin. Ini kasih masing-masing selusin (sambil menunjuk ibu-ibunya)," ujar Zulhas.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim menyebut pihak Tiktok Shop sudah membuat komitmen akan mengikuti aturan pemerintah.

Isy mengatakan hal itu juga sudah ditegaskan oleh Menteri Perdagangan.

“Pokoknya Tiktok bilang dia akan ikuti aturan pemerintah,” ucapnya.

Ketika ditanya kapan batas waktu Tiktok Shop untuk menutup transaksi jual beli di platformnya, Isy tidak berkomentar.

Sehari Untung Sedikit

Pedagang fesyen Mira (29) mengaku masih kesulitan menjual barang dagangannya terlebih setelah munculnya social commerce.

Dalam sehari keuntungan yang didapat hanya minim dibanding sebelumnya.

“Kalau dulu kita sehari bisa laku Rp3 juta, sekarang Rp35 ribu saja sulit,” ungkap Mira.

Pihaknya mengatakan tidak masuk dalam platform online dan masih bertahan dengan model dagang offline.

Menurutnya, Pusat Grosir Cililitan masih cukup memiliki minat pasar yang tinggi meskipun sudah masuk era digital.

Namun, sejak keberdaan Tiktok Shop melalui model dagang social commerce para pembeli menjadi sedikit yang datang ke PGC.

“Sebetulnya sudah dari Covid-19 sepi pembeli ditambah lagi Tiktok Shop,” imbuhnya.

Mira sangat mendukung langkah pemerintah melarang aktivitas jual beli Tiktok Shop yang merugikan pelaku UMKM.

“Senang sekarang orang jadi kembali belanja lagi ke pasar, karena harganya di sini juga tergolong murah,” pungkas dia. (Tribun Network/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved