Berita Pendidikan Hari Ini
Manfaatkan Sampah Anorganik, Mahasiswa UNY Ciptakan Mainan untuk Latih Motorik Halus Anak
Jenis sampah yang tidak dapat diuraikan secara biologis yaitu sampah anorganik. Sampah anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jenis sampah yang tidak dapat diuraikan secara biologis yaitu sampah anorganik. Sampah anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan hingga ratusan tahun.
Padahal, penggunaan barang yang menjadi sampah anorganik terus berlangsung hingga sampah anorganik terus menumpuk.
Dilatarbelakangi hal tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY memanfaatkan sampah anorganik menjadi inovasi permainan kit anak yang dinamai Mekar Fun Kit.
Baca juga: INFO BMKG DIY Prakiraan Cuaca Hari Ini di DI Yogyakarta Rabu 4 Oktober 2023
Produk ini memanfaatkan botol plastik sebagai bahan utama dalam pembuatannya karena mudah didapat, terjangkau dengan kain perca sebagai bahannya. Mereka adalah Fathun Ayuba, Talitha Rasendria Nugraheni, Azizah Sekarhani dan Anggit Windyarti dari prodi PG PAUD.
Menurut Fathun Ayuba mereka membuat fun kit dari sampah organik karena didasari permasalahan sampah terutama di DIY.
"Banyak masyarakat yang belum sadar terhadap hal tersebut, sehingga sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan dan akhirnya tutup sementara," kata Fathun.
Padahal berbagai jenis sampah pada dasarnya dapat diolah kembali menjadi barang yang berharga, termasuk sampah anorganik yang butuh perhatian khusus karena merupakan jenis sampah yang tidak dapat terurai atau membutuhkan waktu lama.
Mahasiswa kelahiran Kulonprogo itu memaparkan bahwa dalam memanfaatkan sampah masyarakat Indonesia masih kurang kesadaran maupun wawasan mengenai hal tersebut.
Walau sudah mulai banyak masyarakat Indonesia yang mulai memilah sampah namun hanya berhenti disitu saja, belum banyak yang menyalurkan ide kreatifnya untuk membuatnya menjadi sesuatu yang berharga. Sehingga sampah yang diolah umumnya hanya menjadi hiasan atau barang yang kurang fungsional.
Talitha Rasendria Nugraheni menambahkan fun kit yang mereka buat untuk pasar para orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun.
"Media pembelajaran tersebut akan menstimulasi berbagai perkembangan anak usia dini, utamanya perkembangan motorik halus anak saat menyelesaikan karya yang ada," papar Talitha.
Dengan media berkarya tersebut juga dapat memberikan lapangan pekerjaan pada pemulung di sekitar Yogyakarta untuk dapat memilah lagi sampah yang akan diolah sebagai bahan media. Dengan adanya berbagai benefit tersebut Talitha berharap Mekar Fun Kit dapat dipasarkan dengan harga terjangkau agar anak-anak dapat merasakan manfaatnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahan yang dibutuhkan untuk membuat Mekar Fun Kit adalah botol plastik, kain flanel dan kain perca, mata ikan, lem kayu, perekat Velcro serta cat akrilik.
"Alatnya menggunakan gunting, penggaris, cutter, bolpoin, pensil, kuas, pistol lem," katanya.
Cara membuatnya pertama siapkan botol plastik lalu dicat menggunakan cat akrilik warna putih sebagai warna dasar. Untuk membuat celengan botol dilubangi di samping atas dan jika digunakan untuk tempat pensil botol dipotong seperempatnya. Kain flanel dipotong sesuai dengan keliling botol dan diberi perekat pada ujungnya. Kemudian packaging dan diberi label merk. Fun kit siap dipasarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/permainan-kit-anak-yang-dinamai-Mekar-Fun-Kit.jpg)