Penyebab Cuaca Terasa Panas dan Terik, Penjelasan Senior Forecaster BMKG
Cuaca panas menyengat terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di Jawa.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Cuaca panas menyengat terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di Jawa.
Hal itu tak hanya terasa di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Suhu panas hampir merata terasa di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Bahkan di wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) terpantau mencapai 36-37 derajat celsius.
Apa penyebabnya?
Berikut adalah penjelasan dari Senior Forecaster BMKG Muhammad Irsal.
Ia menyampaikan, kondisi suhu panas tersebut adalah hal yang normal terjadi karena masa pancaroba.
"Kondisi ini merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada periode peralihan musim (pancaroba) seperti saat ini," ujar Muhammad Irsal kepada Kompas.com, Jumat (29/9/2023).
Ia melanjutkan, kondisi suhu panas atau terik ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:
1. Sinar Matahari yang optimal
Faktor pertama, kata Muhammad Irsal, dikarenakan pemanasan sinar Matahari yang cukup optimal.
Di mana, ini terjadi pada pagi menjelang siang hari.
"Saat ini, posisi semu Matahari (pada bulan September) berada tepat di atas khatulistiwa. Sehingga, penerimaan sinar Matahari cukup merata di wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jabodetabek," terang dia.
2. Kondisi cuaca cerah dengan tingkat pertumbuhan awan yang minim
Kemudian, faktor kedua, disebabkan karena kondisi cuaca cerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BMKG-Wilayah-60-Hari-Tanpa-Hujan-Jawa-Timur-Yogyakarta-Bali-hingga-NTB.jpg)