Kolesterol Penyebab Penyakit Mematikan, Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya

Kolesterol merupakan akar permasalahan dari penyakit-penyakit mematikan yang menyerang dalam kesunyian.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
batonrougeclinic
Ilustrasi makanan penurun kolesterol 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Kesehatan RI mencatat di tahun 2022 sebanyak 28 persen masyarakat Indonesia mengidap kolesterol tinggi dengan prevalensi mortalitas sebanyak 10 persen .

Tingginya angka pengidap kolesterol ini menjadi salah satu penyebab tingginya pengidap penyakit jantung dan stroke. Dua penyakit ini disebut pembunuh dalam kesunyian atau the silent killer.

Disebut silent killer lantaran penyakit yang bermanifestasi dalam tubuh tanpa disertai gejala apapun hingga telah terjadinya komplikasi dan penyakit penyulit pada penderita.

Kolesterol merupakan akar permasalahan dari penyakit-penyakit mematikan yang menyerang dalam kesunyian.

Adapun kolesterol adalah molekul organik yang terbentuk dari ikatan-ikatan atom yang berfungsi sebagai komponen dinding sel dan merupakan salah satu pondasi utama kehidupan sel.

Meskipun demikian, tidak semua kolesterol terdiri atas hal yang buruk. Ada pula kolesterol yang baik.

Berikut jenis-jenis kolesterol dilansir dari Unit Kesehatan Mahasiswa UGM.

1. High Density Lipoprotein (HDL)

HDL seringkali disebut kolesterol 'baik' karena fungsinya sebagai transporter kolesterol ke liver.

2. Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL seringkali disebut kolesterol 'jahat' karena tingginya LDL dalam pembuluh darah dapat menjadi plak dan mengganggu aliran darah.

3. Very Low Density Lipoprotein (VLDL)

VLDL yang juga sering disebut kolesterol 'jahat' yang juga dapat membentuk plak dan mengganggu aliran darah.

Baca juga: Cara Orang Tua Memantau Aktivitas Digital Agar Anak Terhindar dari Ancaman Dunia Siber

Walaupun kolesterol disebut sebagai penyebab penyakit silent killer, ada beberapa tanda dan gejala yang seringkali ditemukan sebagai 'lampu merah' tingginya kadar kolesterol.

1. Xanthoma (benjolan di sekitar mata)

Xanthoma adalah kondisi ketika lemak tumbuh berkembang di bawah kulit lebih tepatnya di kelopak mata.

2. Rasa mengantuk yang berlebih


Kadar kolesterol tinggi dapat menghambat aliran darah sehingga aliran oksigen tidak berjalan normal dan menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan.


3. Penurunan nafsu makan

4. Kenaikan berat badan


Meski nafsu makan cenderung menurun, namun saat kadar kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi, dapat menyebabkan berat badan naik drastis dalam jangka waktu yang singkat


5. Kram pada area telapak kaki, jari-jari, dan tumit.


Selain merasa kram, saat kadar kolesterol tinggi, kaki akan terasa dingin. Biasanya rasa dingin tersebut akan memusat pada area tungkai kaki. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang tersumbat sehingga tidak mencapai bagian kaki sampai bawah.

Baca juga: Ibu Minum Obat saat Masa Menyusui, Aman atau Tidak?

Maka dari itu, agar kita terhindar dari tingginya kadar kolesterol, perlu membiasakan hidup sehat.

1. Menjaga berat badan ideal


Menurut penelitian Alexander B Leichtle yang dipublikasi pada American Journal of Clinical Nutrition, menurunkan dan mengendalikan berat badan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh terhadap kolesterol.

Berat badan yang ideal dapat membantu meningkatkan penyerapan kolesterol baik (HDL) dan mencegah penumpukan kolesterol jahat (LDL)

2. Rutin berolahraga


Cara menurunkan kolesterol jahat bisa dilakukan dengan berolahraga minimal 30 menit per hari atau lima kali dalam seminggu.

Kamu dapat melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda jarak dekat.

3. Menghentikan kebiasaan merokok


Merokok dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh meningkat.

Hal ini terjadi karena zat nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menghambat perjalanan kolesterol menuju hati untuk proses penyaringan.

Akibatnya, kolesterol menumpuk di pembuluh darah, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Membatasi asupan lemak jahat dan gula


Mengonsumsi gula secara berlebih diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik.

Untuk menghindari hal tersebut, usahakan selalu memeriksa kadar gula pada label makanan atau minuman yang akan dikonsumsi.

5. Melakukan pemeriksaan kolesterol rutin


Upaya ini akan membantu kamu mencegah peningkatan kadar kolesterol yang terkadang tidak disadari. Tes ini juga membantu menilai risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved