Berita Kulon Progo Hari Ini
Kasus ISPA di Kulon Progo Meningkat, Sebabkan Balita Rentan Terpapar Pneumonia
Sejak Januari sampai September 2023, sekitar 2.500 kasus ISPA di Kulon Progo yang dilaporkan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat naiknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) selama beberapa bulan terakhir.
Balita pun jadi kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kulon Progo , Rina Nuryati mengatakan sejauh ini ada sekitar 2.500 kasus ISPA yang dilaporkan.
"Ribuan kasus ini dilaporkan sejak Januari sampai September 2023," jelas Rina, Kamis (28/09/2023).
Baca juga: Cegah Pneumonia pada Anak, Pemkab Klaten Targetkan 2 Ribu Bayi dan Balita Diimunisasi PCV
Ia mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat di akhir Juni 2023, atau memasuki musim kemarau.
Peningkatannya pun cukup signifikan, yaitu bisa mencapai 1.000 kasus baru.
Menurut Rina, kasus pneumonia juga ikut meningkat seiring dengan adanya ISPA .
Setidaknya ada sekitar 20 balita yang menderita pneumonia , sebagian di antaranya harus dirawat inap.
"Balita kami pantau intensif karena yang paling beresiko terpapar Pneumonia akibat dari ISPA ," ungkapnya.
Tak hanya itu, Rina menyebut jika masa penyembuhan penderita ISPA saat ini terbilang panjang.
Biasanya ISPA bisa sembuh dalam waktu 2 sampai 3 hari, namun kali ini jadi lebih lama.
Ia menilai musim kemarau panjang kali ini juga berpengaruh pada masa penyembuhan.
Seperti karena udara yang panas dan kering, yang menyebabkan dehidrasi lebih mudah terjadi.
"Akhirnya daya tahan menjadi turun, sehingga sembuhnya jadi lebih lama," kata Rina.
Baca juga: Perbedaan Asma dan Pneumonia
Ia pun memastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dalam kondisi siap untuk penanganan ISPA .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-pneumonia-anak.jpg)