Tol Yogyakarta Solo

Persiapan Kontruksi Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2, Separator Ringroad Dibongkar

kontruksi Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2 yang menghubungkan Junction Sleman hingga Trihanggo di area Ring Road, Kabupaten Sleman

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Santo Ari
Peta jalur tol Yogyakarta-Solo yang masuk wilayah Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 

Tribunjogja.com Sleman - Pekerjaan kontruksi Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2 yang menghubungkan Junction Sleman hingga Trihanggo di area Ring Road, Kabupaten Sleman dimulai.

Setelah pemotongan pohon, di akhir September ini akan dimulai pekerjaan pemindahan sejumlah utilitas yang berada di timur simpang empat Kronggahan hingga pertigaan Ngawen.

Trase jalan Tol Jogja-Solo
Trase jalan Tol Jogja-Solo (Tribunjogja.com/IST)

Seiring pekerjaan itu, dilaksanakan pula pembongkaran separator dan pelebaran jalan.

Adapun pekerjaan kontruksi akan dimulai pada bulan November 2023.

"Kita di dalam waktu dekat, 30 September ini adalah terkait dengan relokasi utilitas sehingga nanti pada saat konstruksi di bulan November kita sudah ada peningkatan kapasitas jalan.

Jadi nanti tidak terlalu banyak mengganggu," kata Ikhwan Ramadhianto, Project Engineering Manager PT Adhi Karya yang membangun Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2, Senin (25/9/2023).

Panjang main road jalan tol paket 2.2 di Ringroad Sleman sekitar 800 meter, sedangkan untuk Ramp on-off jalan sekitar 650 meter.

Nantinya, separator atau pemisah antara jalur cepat dan lambat di Ringroad akan dibongkar.

Kemudian di bagian tengah seluas 12 meter akan digunakan untuk membangun kontruksi. Menyisakan luas 7,5 meter jalan bagian kanan dan kiri.

Ikhwan mengungkapkan, pembangunan kontruksi jalan tol akan memakai metode boredpile bukan tiang pancang.

Boredpile ini sengaja dipilih karena dinilai lebih minim getaran dan kebisingan.

Metode pelaksanaan pondasi Boredpile dengan cara mengebor terlebih dahulu kemudian memasukkan tulangan dan dicor.

Sedangkan tiang pancang menggunakan hammer atau pemukul tiang yang dapat menimbulkan getaran dan kebisingan.

Namun memiliki keunggulan tidak perlu pengecoran dan menunggu umur beton.

"Kalau secara durasi sebenarnya 11-12 sih, hampir sama saja sebenarnya. Hanya pemilihan metode sesuai dengan lokasinya aja," kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved