Fani Suwito Ungkap Tips dan Trik Prospek Menjanjikan dari Bisnis Properti Ruko
Sebagai pebisnis yang sudah lama berkecimpung di dunia properti khususnya jual beli ruko, Fani Suwito membeberkan tips dan trik bagi pemula yang akan
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Julukan Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar maupun tujuan pariwisata memberikan prospek yang cukup menjanjikan di bidang properti.
Karena selain untuk perumahan, banyak investor yang berinvestasi ke rumah toko (ruko) untuk usaha kuliner, kedai kopi atau lainnya.
Sebagai pebisnis yang sudah lama berkecimpung di dunia properti khususnya jual beli ruko, Fani Suwito membeberkan tips dan trik bagi pemula yang akan mulai menggeluti dunia bisnis tersebut.
Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Dukung Rencana Pengadaan Alat Pembakar Sampah
Seiring maraknya penyalahgunakan tanah kas desa (TKD) untuk bisnis properti.
Pakar Properti dan Investasi DIY menyebut, untuk menghindari persoalan itu, caranya cukup simpel yakni bertanya kepada notaris maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait status kepemilikan tanah.
"Teman-teman biasanya sungkan kemudian terlalu percaya dengan developer. Apalagi banyak oknum developer yang menggunakan publik figur, ini lho dia memilih properti disini sehingga tidak bertanya. Dengan bertanya ke notaris atau BPN, mereka akan ngomong status kepemilikan properti yang akan dia (pebisnis) beli," kata Fani dalam podcast bertajuk "Property mahal: Pakar Property Jogja Berbagi Rahasia Memiliki Aset Yang Menghasilkan" yang disiarkan oleh Tribun Jogja, Senin (25/9/2023).
Dalam podcast tersebut, Fani juga membeberkan, cara menghindari risiko yang berpotensi terjadi seperti status kepemilikan tanah masih ahli waris maupun tanah berada di zona hijau.
Dari pengalamannya, jika jual beli properti sesuai prosedur, segala macamnya sudah terinfo di awal semuanya.
Ditambah, model pendataan yang lebih terintegrasi sekarang ini potensi terjadinya miss komunikasi kemungkinan kecil.
Dikatakan Fani, prospek menguntungkan atau tidaknya dari jual beli properti lebih ke intuisi. Hal ini bisa diasah dan dipelajari oleh semua orang.
"Bicara properti biasanya berpikirnya ke perumahan. Namun waktu itu, saya melihat tidak ada yang mau main ruko, kalaupun ada sedikit. Melihat peluang itu, lebih baik saya main di ruko daripada main di perumahan," kata Fani.
Alumni S1 Teknik Sipil Universitas Atma Jaya memilih bisnis properti ruko karena identik dengan usaha. Didukung lokasi ruko yang berada di jalan utama akan memberikan prospek semakin bagus.
"Pastikan rukonya likuid sehingga pembeli (ruko) bisa menjual atau menyewakan kembali," imbuh Fani.
Dia menyebut, investasi di Kota Yogyakarta sudah mulai berubah mulai 2010 ke atas atau 5 tahun terakhir.
Sebab, banyak investor yang membeli properti di Kota Yogyakarta karena wilayah tujuan pelajar dan wisatawan serta dijadikan untuk menikmati masa pensiunan.
Tentunya, hal itu berdampak pada kenaikan bisnis properti di Kota Yogyakarta per tahunnya.
"Cenderung akan naik, naiknya harga properti tidak terbatas sehingga tidak akan rugi. Kalaupun rugi pasti lagi butuh uang. Karena konsumen di Kota Yogyakarta membutuhkan tempat tinggal ataupun ruko untuk usaha," pungkasnya. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Fani-Suwito-Buat-Terobosan-Baru-untuk-Miliki-Properti-di-DIY.jpg)