Berita Sleman Hari Ini
Dibangun Jalan Tol Jogja-Solo, Ringroad Sleman Akan Dilebarkan
Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2 yang menghubungkan junction Sleman hingga Trihanggo mulai dibangun di area Ringroad Sleman.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2 yang menghubungkan junction Sleman hingga Trihanggo mulai dibangun di area Ringroad Sleman. Setelah pemotongan pohon, tahap selanjutnya adalah pemindahan sejumlah utilitas.
Seiring pekerjaan itu, akan dilakukan pula pembongkaran separator. Kemudian dilakukan pekerjaan pelebaran jalan agar selama proses pembangunan kontruksi, kendaraan masih bisa melintas.
"Betul, pelebaran. Berapa lebarnya, kanan kiri sementara yang disampaikan oleh analisa adalah 1 meter. Cuma tadi ada permintaan dari PU DIY meminta kalau misalnya memang ada ruang untuk peningkatan jalan lebih lanjut lagi, mungkin nanti itu akan kita fasilitasi tentu saja dengan persetujuan Jasamarga, selaku pengelola lagi jalan tol dan kita juga akan berkoordinasi dengan pemilik lahannya," kata Ikhwan Ramadhianto, Project Engineering Manager PT Adhi Karya yang membangun Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2, Senin (25/9/2023).
Baca juga: WJNC 8 Kembali Semarakkan Puncak HUT ke-267 Kota Yogyakarta di Tugu Pal Putih
Panjang main road jalan tol paket 2.2 di Ringroad Sleman sekitar 800 meter, sedangkan untuk Ramp on-off jalan sekitar 650 meter.
Konstruksi dengan metode boredpile akan mulai dikerjakan pada 28 November 2023. Namun sebelum mulai konstruksi, di akhir September ini, kontraktor akan terlebih dahulu memindahkan utilitas yang berada dari timur simpang empat Kronggahan hingga pertigaan Ngawen.
Di antaranya, membongkar separator dan guardrail; memindahkan tiang PJU; pembongkaran tiang listrik; Relokasi dan pemasangan perambuan; Relokasi lampu merah solar cell; Relokasi radio frekuensi; Patok delineator; Pembongkaran halte trans; Relokasi kabel provider Telkom; Relokasi kabel internet; dan relokasi Kabel provider lintas Arta.
Area kontruksi hanya dilakukan di tengah jalan selebar 12 meter. Selama proses pembangunan, Ringroad dipastikan masih bisa dilewati.
Namun dengan luasan terbatas. Bagian kanan dan kiri masing-masing hanya memiliki lebar 7,5 meter dan hanya bisa digunakan untuk dua lajur. Karenanya, untuk menghindari kemacetan akan diberlakukan rekayasa lalulintas.
"Kami harapkan nanti selama masa konstruksi kita juga melakukan beberapa rekayasa lalu lintas sehingga nanti mungkin ada kendaraan-kendaraan dengan kapasitas tertentu yang mungkin akan kita lewatkan pada jalur yang berbeda," kata dia.
Rekayasa lalulintas ini diterapkan agar tidak terlalu banyak titik penumpukan kemacetan di area kontruksi. Ia memastikan bahwa selama pengerjaan kontruksi, Ringroad masih bisa dilewati.
"Masih bisa (dilewati). Tapi dengan batasan tertentu. Terutama jenis kendaraan. Kendaraan berat, kalau bisa akan dialihkan," kata dia.
Humas PT Adhi Karya Tbk, Agung Murhandjanto, kontraktor yang membangun jalan tol Jogja-Solo paket 2.2, sebelumnya juga memastikan selama proses pembangunan kontruksi, Ringroad di Trihanggo ini masih bisa dilewati kendaraan.
Sebab, pembangunan kontruksi hanya berada di area tengah dan lebar jalan akan ditambah.
"Pembangunan kontruksinya menggunakan teknik sosrobahu," kata dia.
Teknik ini dengan meletakan jalan layang sejajar dengan jalan di bawahnya. Kemudian akan diputar 90 derajat menyerupai huruf T sehingga selama pembangunan tidak menggangu arus lalulintas jalan di bawahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)