Berita Pendidikan Hari Ini

UII Sumpah 91 Apoteker Baru, Harus Punya Softskill Kompeten di Bidang Kefarmasian

Seorang apoteker harus pintar mengambil peluang inovasi, cepat memprediksi perubahan dan memiliki digital skill.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
UII mengambil sumpah 91 apoteker baru, Kamis (14/9/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) UII mengambil sumpah 91 apoteker baru, Kamis (14/9/2023) di Auditorium Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII .

Ketua Program Studi Profesi Apoteker UII , Dr. apt. Farida Hayati, S.Si., M.Si. menjelaskan, prodinya menyiapkan lulusan melalu pembelajaran dengan metode Case Based Learning (CBL), Project Based Learning (PBL) dan praktek kerja di rumah sakit, apotek, puskesmas dan instansi terkait.

“Metode pembelajaran yang digunakan selain memperkuat keilmuan juga mengasah softskill yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan dunia kerja,” jelas dia, Jumat (15/9/2023).

Dia mengatakan, persiapan menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) juga dilakukan secara sistematis secara terstruktur dalam proses pembelajaran.

Baca juga: UII Wisuda 820 Mahasiswa Periode VI TA 2022/2023, 705 dari Program Sarjana

Dikatakannya, apoteker perlu menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan adaptif di masa globalisasi.

“Era digital saat ini tidak hanya menuntut tingginya profesionalisme kerja apoteker tapi juga kecerdasan pemanfaatan teknologi dan kompetensi di bidang sosial,” bebernya.

Menurut dia, seorang apoteker harus pintar mengambil peluang inovasi, cepat memprediksi perubahan dan memiliki digital skill.

Satu orang lulusan terbaik mendapat predikat cumlaude, diantaranya Putri Zaharatul Aini, S.Farm.

Dia mendapatkan apresiasi berupa pin emas dan CDC Award.

Pin emas merupakan bentuk apresiasi dari UII atas prestasi yang telah dicapai, dan CDC Award berupa trophy dan hadiah sebesar Rp 1.500.000,- merupakan apresiasi dari PT. Catur Dakwah Crane Farmasi.  

Pemberian CDC Award merupakan salah satu implementasi kerjasama mengingat PT. Catur Dakwah Crane Farmasi merupakan salah satu mitra Program Studi Profesi Apoteker dari bidang Industri Farmasi yang concern di bidang pendidikan apoteker.

“Secara keseluruhan PSPA UII juga meluluskan 53 lulusan dengan predikat Cumlaude,” terang dia.

Baca juga: FBE UII Siapkan Rencana Strategi International Student Mobility, Perkaya Pengalaman Mahasiswa

PSPA FMIPA UII, jelasnya, berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan kemampuan akademik yang kompeten, serta softskill yang mendukung untuk berkiprah di bidang kefarmasian.

“Saat ini telah dimulai kurikulum baru PSPA tahun 2022 yang semakin mengakomodir tuntutan akan peran profesi apoteker. Proses pembelajaran yang didominasi praktek dilengkapi dengan penyelesaian kasus riil kefarmasian membentuk lulusan yang lebih siap mengarungi dunia kerja,” jelas Farida.

Keunggulan kurikulum PSPA UII adalah di bidang Promosi Kesehatan serta adanya Inter Profesional education (IPE) dalam proses pembelajaran.

Kolaborasi antar tenaga kesehatan perlu dipupuk sejak masa pembelajaran melalui IPE.

Saat ini untuk pelaksanaan IPE, PSPA telah menggandeng Fakultas Kedokteran UII dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai mitra. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved