Puisi Joko Pinurbo

Puisi Pacar Senja Joko Pinurbo: Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai

Puisi Pacar Senja Joko Pinurbo: Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM
Peluncuran buku Epigram 60 karya Joko Pinurbo di Toko Buku Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman No 54-56, Kota Yogyakarta, Senin (16/5/2022). Puisi Pacar Senja Joko Pinurbo: Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai 

Puisi Pacar Senja Joko Pinurbo

Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai.
Pantai sudah sepi dan tak akan ada yang peduli.
Pacar senja sangat pendiam: ia senyum-senyum saja
mendengarkan gurauan senja. Bila senja minta peluk,
setengah saja, pacar senja tersipu-sipu.
“Nanti saja kalau sudah gelap. Malu dilihat lanskap.”
Cinta seperti penyair berdarah dingin
yang pandai menorehkan luka.
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.
Tak terasa senyap pun tiba: senja tahu-tahu
melengos ke cakrawala, meninggalkan pacar senja
yang masih megap-megap oleh ciuman senja.
“Mengapa kau tinggalkan aku sebelum sempat
kurapikan lagi waktu? Betapa lekas cium
menjadi bekas. Betapa curangnya rindu.
Awas, akan kupeluk habis kau esok hari.”
Pantai telah gelap. Ada yang tak bisa lelap.
Pacar senja berangsur lebur, luluh, menggelegak
dalam gemuruh ombak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved