Update Gunung Merapi 9 September 2023, Teramati Keluarkan 13 Kali Guguran Lava Pijar
Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meluncurkan 13 kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meluncurkan 13 kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.
Hal itu berdasarkan pengamatan yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Sabtu (9/9/2023) mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, jarak luncur guguran lava pijar maksimum sejauh 1.700 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng).
Sementara aktifitas kegempaan Gunung Merapi tercatat masih tinggi.
BPPTKG mencatat adanya gempa guguran sebanyak 37 kali dengan amplitudo 3-24 milimeter (mm) dan durasi 24.4-169.8 detik.
Kemudian, low frekuensi berjumlah 1, amplitudo: 5 mm dan durasi 11.3 detik. Lalu 67 hybrid atau fase banyak, amplitudo: 3-11 mm, S-P: 0.4-0.6 detik dan durasi 5.2-7.2 detik. Serta vulkanik dangkal sejumlah 1, amplitudo 70 mm dan durasi 8.4 detik.
Berdasarkan pengamatan meteorologi, kawasan puncak Gunung Merapi teerpantau cerah.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Sementara, suhu udara 15.3-18 derajat celcius dengan kelembaban udara 57-57.2 persen dan tekanan udara 873.9-918.9 mmHg.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-75 m di atas puncak kawah.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi di level III atau siaga.
Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sementara di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Oleh karenanya, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi sekaligus mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Update-Gunung-Merapi-9-September-2023-Teramati-Keluarkan-13-Kali-Guguran-Lava-Pijar.jpg)