Arti Pertanda
10 Arti Pertanda Gelas dan Piring Pecah di Rumah Menurut Primbon Jawa
10 arti pertanda gelas dan piring pecah di rumah menurut primbon jawa hal baik dan juga buruk
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Banyak sekali peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan yang tidak jarang dianggap memiliki makna suatu pertanda tertentu.
Misalnya seperti kejadian gelas dan piring pecah di rumah.
Menurut primbon Jawa, hal tersebut mengandung sebuah mitos yang bisa dipercayai maupun tidak.
Menurut masyarakat jawa, pertanda tersebut mempunyai makna serta seimbol yang mendalam.
Berikut ini adalah 10 arti pertanda gelas dan piring pecah di rumah menurut primbon Jawa:
1. Pertanda akan terjadi kehilangan atau perubahan dalam keuangan
Piring pecah ataupun jatuh dapat dimaknai sebagai pertanda akan terjadinya perubahan dalam aspek keuangan atau memperlihatkan munculnya perubahan dalam keadaan ekonomi seseorang entah itu meningkat atau menurun.
2. Pertanda keluarga menjadi harmonis
Menurut tradisi dalam budaya Jawa, pada pemeliharaan keharmonisan keluarga terdapat hal yang berperan penting di dalamnya, yakni dapur dan makanan.
Ketika sebuah piring terjatuh dan akhirnya pecah, mampu dimaknai sebagai tanda akan adanya kemungkinan muncul konflik ataupun problem di dalam hubungan sebuah keluarga.
Akan tetapi hal tersebut dapat pula menjadi sebatas peringatan agar mampu memelihara keharmonisan dengan jauh lebih baik.
3. Pertanda adanya perubahan hubungan sosial
Jatuhnya sebuah piring dapat dimaknai menjadi tanda munculnya perubahan hubungan sosial ataupun interpersonal yang diartikan seperti adanya pergantian ikatan pertemanan, konflik bersama teman kerja bahkan hingga munculnya perubahan dalam lingkungan sosialnya.
4. Wujud penjagaan dari Roh
Tidak sedikit orang yang kerap mengaitkan peristiwa piring jatuh dengan wujud penjagaan diri dari berbagai roh gaib.
Sehingga peristiwa itu juga dimaknai menjadi sebuah peringatan jikalau seseorang mungkin akan memperoleh penjagaan ataupun bantuan yang berasal dari alam gaib.
5. Mendapat Kiriman ilmu hitam
Gelas dan piring yang pecah juga kerap dihubungkan dengan munculnya ilmu hitam ketika terjadi piring dan gelas tersebut pecah dengan tiba-tiba.
Diartikan sebagai suatu pertada akan munculnya ilmu hitam datang ke rumah yang telah dikirimkan seseorang.
Oleh karena itu peristiwa tersebut menjadi simbol peringatan agar pemilik firasat dapat selalu waspada.
Baca juga: Situs Watu Sigong di Mranggen Klaten, Diduga Bekas Patirtaan Kuno Hingga Cerita Suara Gamelan
6. Firasat barang pecah berupa piring dapat menjadi pertanda buruk atau kurang baik.
Karena, seseorang yang mengalaminya akan menghadapi sebuah kejadian buruk berupa kecelakaan.
Ya, mitos dari piring pecah ini berkaitan dengan peristiwa buruk kecelakaan akan terjadi pada orang terdekat dan tersayang.
7. Pertanda munculnya duka.
Gelas serta piring yang pecah diartikan pula dengan pertanda duka.
Konon katanya, seseorang yang mengalami peristiwa tersebut nantinya akan mendapatkan kabar berita duka yang berasal dari orang terdekat.
Banyak yang tetap percaya pada firasat tersebut yang dihubungkan dengan akan adanya orang meninggal.
8. Adanya hantu.
Arti dari dari piring dan gelas pecah secara mendadak tanpa adanya penyebab yang jelas dan masuk akal ialah terdapat sosok makhluk halus di dekat kita yang mengganggu.
9. Peringatan bagi diri sendiri
Ketika mengalami kejadian piring dan gelas pecah secara mendadak hal tersebut dapat menjadi suatu pengingat yang berhubungan dengan perasaan serta pikiran seseorang tersebut yang tengah mengalami tekanan, amarah, ataupun stress yang disebabkan oleh masalah tertentu.
Sehingga diperlukan untuk introspeksi diri serta selalu sabar untuk menghadapi masalah.
10. Pertanda kesialan
Piring dan gelas yang pecah tidak jarang terjadi dikarenakan sebuah ketidaksengajaan yang memiliki arti cenderung tidak baik.
Sebab dapat menimbulkan suatu kesialan bagi yang mengalaminya. Maka dari itu, dianjurkan untuk terus berhati-hati.
Meskipun terdapat arti berbagai firasat yang kurang baik, akan tetapi tidak mampu menjadi acuan jikalau hal itu nyata terjadi.
Akan tetapi kembali lagi pada keyakinan setiap individu untuk percaya atau tidak kepada firasat tersebut.
( MG Belinda Aviva Rahma )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kaca-pecah-dan-retak.jpg)