Info Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Selasa 29 Agustus 2023, Hujan Lebat Guyur 9 Provinsi Siang Ini

hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 9 provinsi pada hari ini.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan turun di sejumlah daerah di Indonesia pada Selasa (29/2023) hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG di laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 9 provinsi pada hari ini.

Kemudian 1 provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Serta 5 provinsi lainnya diprediksi akan dilanda angin kencang.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 15 provinsi yang diprediksi akan diguyur hujan dan petir pada hari ini.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 15 provinsi pada hari ini dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Saola di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 85 knot (155 km/jam) dan tekanan udara minimum 955 hPa yang bergerak ke arah timur laut.

Intensitas sistem diprakirakan akan meningkat dalam 24 jam ke depan.

Sistem ini menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) yang memanjang dari Laut Cina Selatan dan Laut Sulu hingga Laut Filipina.

Sistem ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis tersebut.

Daerah Pertemuan/Perlambatan Kecepatan Angin (Konvergensi) terpantau memanjang di Samudra Hindia
Barat Sumatra, dari Perairan barat Kep. Mentawai hingga Sumatera Utara.

Lalu dari Perairan barat Aceh hingga Selat Malaka, dari Sumatera Selatan hingga Laut Natuna, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, dari Laut Banda hingga Laut Maluku dan Pulau Halmahera, dari Papua Barat.

Serta Papua Nugini hingga Perairan utara Papua Barat - Papua.

Lalu daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Cina Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah
konvergensi/konfluensi tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved