Berita Sleman Hari Ini
HEBOH Kabut Selimuti Wilayah Sleman Pagi Tadi, Ini Penjelasan BMKG
Kabut menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya tadi pagi. Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY menyebut, terjadinya kabut pada pagi
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabut menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya tadi pagi.
Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY menyebut, terjadinya kabut pada pagi ini karena kondisi atmosfer mendukung untuk terbentuknya kabut.
Terbentuknya kabut ini merupakan fenomena alam yang sering terjadi yaitu di mana kandungan udara dekat permukaan tanah cukup jenuh dengan uap air.
"Biasanya kandungan uap air di dalam udara tersebut mempunyai kelembaban udara mendekati 100 persen. Jika kandungan udara yang cukup jenuh tersebut berada pada daerah yang suhu udaranya cukup dingin, di bawah titik beku, maka uap air tersebut akan berkondensasi maka bisa terbentuk kabut di wilayah Sleman pada pagi hari tadi," kata Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG DIY, Reni Kraningtyas, Jumat (25/8/2023).
Baca juga: PSIM Jogja: Aleksandar Rakic Segera Diumukan ke Publik
Pihaknya mengaku mengecek kelembaban udara, yang ternyata cukup tinggi di angka sekira 98 persen sedangkan suhu udara di pagi hari tadi, pukul 06.00 WIB sekira 19,70C.
"Sehingga hal itu memungkinkan terjadi Kabut di Sleman dan sekitarnya," kata dia.
Fenomena alam ini cukup menghebohkan karena banyak warga yang merekam dan mengunggahnya di media sosial.
Satu di antaranya di unggah di akun @merapi_uncover yang memperlihatkan kabut tebal turun di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman. Di antaranya di Ambarketawang, Godean dan Minggir.
"Kabut tebal jarak pandang hanya 5-10 meter, lokasi Minggir, Sleman, Yogyakarta," tulis akun @merapi_uncover.
Kabut juga terpantau turun di seputar wilayah Tempel hingga perbatasan Magelang. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kabut-yang-turun-di-seputar-wilayah-Kabupaten-Sleman.jpg)