Megawati Kunjungi Jogja
Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Oemah Petroek
Patung Bung Karno dengan pose menunjuk bendera merah putih dan menenteng buku tebal itu setinggi lebih kurang 6 meter.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketua Dewan Pengarah, Badan Ideologi Pancasila yang juga Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno di Oemah Petroek , Wonorejo, Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman.
Patung Bung Karno dengan pose menunjuk bendera merah putih dan menenteng buku tebal itu setinggi lebih kurang 6 meter.
Patung tersebut berdiri gagah di sebuah dusun di kaki lereng Gunung Merapi.
"Jadi inilah harapan saya, toleransi ini perlu kita lestarikan. Jadi ini pas, di desa ini berarti Pak Karno turun gunung. Ini memberi petunjuk juga kepada kita semua generasi muda bahwa Pancasila harus kita gali, dan harus kita lestarikan," kata Seniman yang juga Perajin Patung Bung Karno , dalam sambutannya, di Oemah Petroek , Rabu (23/8/2023).
Baca juga: Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Omah Petroek, Ini Makna Pose Bung Karno di Kaki Gunung Merapi
Peresmian patung Bung Karno di Oemah Petroek ini ditandai dengan pelepasan tirai yang menutup seluruh bagian patung.
Tirai warna hitam itu terlepas ketika tombol penanda ditekan Megawati .
Didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan juga Bacapres Ganjar Pranowo.
Setelah tirai terbuka, patung tampak berdiri gagah tepat di atas batu Merapi yang berada di depan museum basis.
Tangan kanan patung Bung Karno menunjuk ke arah sang Merah Putih.
Sedangkan tangan kirinya membawa buku.
Budayawan yang juga pendiri Oemah Petroek , Romo Sindhunata menyampaikan, tampak tangan kanan patung Bung Karno di Oemah Petroek menunjuk ke arah sang saka Merah Putih, itu adalah peringatan dari Bapak Pendiri Bangsa bahwa Bendera merah putih lambang negara kesatuan Republik Indonesia hendaknya dibela sampai mati.
"Tangan yang menonjolkan jari telunjuk yang kuat itu sekaligus memperingatkan, kita bisa membela NKRI, kalau kita setia pada dasar negara kita Pancasila. Oleh karena itu dasar negara itu harus terus kokoh dan keras berdiri," katanya.
Untuk menegaskan kekokohan itu, kata dia, Perajin Patung memahatkan kelima butir Pancasila pada kelima batu dari Gunung Merapi .
Kemudian, ke-lima batu Pancasila itu diletakkan di sekitar Patung Bung Karno .
Baca juga: Di Jogja, Megawati Minta Kader Turun ke Lapangan dan Merebut Hati Akar Rumput
Dari segi artistik, Dunadi, sang Perajin Patung mengusulkan alangkah indah bila patung Bung Karno bisa berdiri di atas sebuah batu besar yang ada di depan museum basis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Megawati-Resmikan-Patung-Bung-Karno-di-Oemah-Petroek.jpg)