Arti Pertanda

Arti Pertanda Mata Kedutan dan Cara Mengatasinya

Gerakan mata yang berkedut secara ilmiah diakui sebagai kejang okular. Dalam istilah medis, hal ini dikenal sebagai "Blepharospasm." 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
DOK. Freeimage.com
Ilustrasi: Arti Pertanda Mata Kedutan dan Cara Mengatasinya 

TribunJogja.com - Gerakan mata yang berkedut secara ilmiah diakui sebagai kejang okular.

Dalam istilah medis, hal ini dikenal sebagai "Blepharospasm." 

Kontraksi otot yang berulang ini terutama memengaruhi kelopak mata bagian bawah, tetapi juga bisa terjadi di kelopak mata bagian atas. 

Gerakan berkedut ini biasanya datang dan pergi, tetapi beberapa bisa berlangsung selama berminggu-minggu pada satu atau kedua mata. 

Selama beberapa menit saat "berkedut," kelopak mata bergerak setiap beberapa detik.

Ilustrasi mata
Ilustrasi mata (Digital Vision)

Jenis Jenis Kedutan Mata

1. Kedutan mata ringan

Jenis kedutan mata/kelopak mata ini terkait dengan perubahan gaya hidup.  Ini bisa disebabkan oleh kelelahan, stres, kurang tidur, atau penggunaan alkohol atau tembakau.  Ini juga bisa disebabkan oleh peradangan kornea atau konjungtiva.

2. Kedutan mata jinak

Ini disebabkan oleh penuaan. Wanita lebih rentan daripada pria terkena masalah ini.  Ini bukan masalah yang signifikan, namun dapat mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

3. Spasme hemifasial

Jenis kejang ini meluas dari otot-otot mulut Anda hingga kelopak mata Anda. Ini cukup tidak biasa. Ini hanya memengaruhi satu sisi wajah, berbeda dengan dua sisi lainnya. Hemifacial spasm disebabkan oleh arteri yang menekan saraf wajah.

Penyebab kedutan pada mata ada banyak, seperti stres, kelelahan, kafein, tegangan pada mata, konsumsi alkohol, alergi, ketidakseimbangan gizi, dan kekeringan mata.

Kedutan adalah kejang otot yang tidak menyakitkan dan tidak berbahaya. Biasanya kedutan menghilang dengan sendirinya. 

Kedutan bisa bervariasi intensitasnya dari yang ringan hingga parah. Jika kejangannya cukup parah, kelopak mata Anda mungkin akan tertutup sepenuhnya dan kemudian kembali terbuka.

Ilustrasi mata
Ilustrasi mata (DOK. Unplash/Amanda Dalbojorn)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved