Meski Sudah Dibayar, Sejumlah Warga Tirtoadi Sleman Belum Bongkar Rumah yang Terdampak Jalan Tol
Sebagian warga masih bertahan dan meminta ada kompensasi waktu karena belum mendapatkan tempat tinggal pengganti
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah rumah-rumah warga di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman hingga kini belum dibongkar, meskipun Uang Ganti Rugi (UGR) jalan tol Jogja - Solo paket 2.2 ini sudah mulai dibayarkan sejak Maret 2023 lalu.
Pekerjaan kontruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini pun terus berjalan.
Sementara sebagian warga masih bertahan dan meminta ada kompensasi waktu karena belum mendapatkan tempat tinggal pengganti.
Carik Kalurahan Tirtoadi, M Ridwan, mengatakan pihak jalan tol sudah melayangkan surat ke Kalurahan Tirtoadi, meminta kepada warga yang sudah mendapatkan UGR agar bisa segera meninggalkan rumahnya.
Sebab, kontruksi jalan tol sudah berjalan.
Surat dari jalan tol tersebut, kata dia, sudah diteruskan kepada warga masyarakat terdampak melalui Dukuh.
"Kemarin sudah berembug, dengan PPK dan ada juga Adhikarya (selaku kontraktor). Mereka melayangkan surat (ke Kalurahan). Surat itu sudah kami teruskan ke warga terdampak melalui Dukuh. Jadi sudah kami sampaikan. Memang kendala yang sudah ditelusuri, mereka baru proses membangun (rumah baru)," kata Ridwan, Jumat (18/7/2023).
Warga terdampak baru membangun rumah baru, sehingga meminta ada kompensasi waktu.
Ridwan mengatakan, informasi yang disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ada sekitar 35 warga di Tirtoadi yang sudah dibayar untuk jalan tol Jogja - Solo tapi belum pindah.
Ia pernah mencoba menghitung, dan menurutnya tidak sampai jumlah tersebut.
Saat ini, warga juga perlahan sudah mulai membongkari rumahnya masing-masing.
Selain masih belum memiliki rumah pengganti, warga terdampak belum meninggalkan rumah di Tirtoadi juga karena alasan lain.
Misalnya, jadwal pembayaran UGR yang dilakukan tidak seragam.
Ada warga yang merasa masih aman tinggal di rumah terdampak, karena tetangganya yang juga sama-sama terdampak, ada yang belum menerima pembayaran.
"Mungkin juga secara psikologis, karena mereka masih ada warga yang belum dibayarkan. Jadi warga Merasa masih aman karena tetangganya juga belum dibayar. Padahal ternyata dari Adhikarya tidak seperti itu, pokoknya sudah bebas maka dibongkar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pembangunan-jalan-tol-Jogja-Solo-paket-22-di-Kalurahan-Tirtoadi.jpg)