Perkelahian Kakak Beradik Lawan Dua Bersaudara: Dodi, Jono, dan Kani Tewas, Liperado Kritis

Pertarungan bersenjata tajam dua lawan dua pada pukul 09.30 WIB itu menimbulkan pertumpahan darah

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Kompas.com
Ilustrasi berkelahi 

TRIBUNJOGJA.COM - Perselisihan dua orang kakak beradik dengan dua orang yang juga kakak beradik alias bersaudara berakhir dengan tragis. Tiga di antaranya tewas dan satu orang kritis. 

Pertarungan maut bersenjata itu tak terelakkan, dua lawan dua.

Adalah dua kakak beradik Dodi (36) dan Jono (40) melawan Kani (50) dan Liperado. 

Dodi dan Jono merupakan dua bersaudara asal Desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan.

Adapun lawannya adalah Kani dan Liperado juga dua bersaudara, diketahui berasal dari Desa Batu Kuning, Kecamatan Ulu Manna Bengkulu

Pada Senin 14 Agustus 2023, empat orang itu terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di Desa Sebilo, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pertarungan bersenjata tajam dua lawan dua pada pukul 09.30 WIB itu menimbulkan pertumpahan darah dari kedua belah pihak. 

Berdasarkan laporan polisi, tidak ada saksi mata dalam peristiwa ini sehingga motif dan kronologi perkelahian maut itu belum terungkap. 

Baca juga: UPDATE Kasus Perkelahian 2 Lawan 2 yang Tewaskan 3 Orang: Minim Saksi, Polisi Minta Keterangan Kades

Namun, pertarungan antara dua kakak beradik melawan dua bersaudara, yang diketahui semuanya adalah sama-sama petani, itu berakhir tragis. 

Tiga orang di antaranya tewas yaitu bernama Dodi, Jono, dan Kani. Sementara Liperado dilaporkan kritis karena sejumlah luka.

Petugas polisi setempat belum mengetahui motif dan kronologi kasus tersebut karena satu korban masih kritis dan belum dapat dimintai keterangan, laporan kompas.com dikutip Tribun Jogja hari ini.

"Belum diketahui penyebab perkelahian itu," ujar Kapolresta Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir di Mapolres Bengkulu Selatan, Selasa (15/8/2023).

"Kita masih menunggu korban yang masih kritis, sadar, agar bisa diketahui apa yang melatarbelakangi peristiwa berdarah tersebut, karena tidak ada saksi saat peristiwa terjadi," kata Florentus.

(kompas.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved