Hari Pramuka

Lirik Lagu Hymne Pramuka dengan Video Tutorial, Kami Pramuka Indonesia Manusia Pancasila

Berikut lirik lagu Hymne Pramuka ciptaan M. Husein Mutahar. "Kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila. Satyaku ku darmakan, darmaku ku baktikan"

Tayang:
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
DOK. SMA Negeri 13 Depok
Lirik Lagu Hymne Pramuka dengan Video Tutorial "Kami Pramuka Indonesia manusia Pancasila, satyaku ku darmakan, darmaku ku baktikan" 

TRIBUNJOGJA.COM - Republik Indonesia merayakan Hari Pramuka yang ke-62 pada 14 Agustus 2023.

Pramuka Indonesia memiliki lagu Hymne Pramuka yang diciptakan oleh M. Husein Mutahar.

Berikut adalah lirik lagu Hymne Pramuka lengkap dengan video tutorial cara menyanyinya.

Baca juga: 42 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya Happy Scout Day Happy Pramuka Day

Baca juga: 45 Inspirasi Kalimat Mutiara Hari Pramuka ke-62 yang Menggugah Hati dan Membakar Semangat

Anda bisa klik di sini untuk mendengarkan video tutorial menyanyi lagu Hymne Pramuka di kanal YouTube Lagu Pembelajaran.

Lirik Lagu Hymne Pramuka Ciptaan Husein Mutahar

Lirik Lagu Hymne Pramuka Ciptaan Husein Mutahar
Lirik Lagu Hymne Pramuka Ciptaan Husein Mutahar (DOK. YouTube Lagu Pembelajaran)

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila

Satyaku ku darmakan
Darmaku ku baktikan

Agar jaya, Indonesia
Indonesia, tanah airku
Kami jadi pandumu

( diulang )

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila

Satyaku ku darmakan
Darmaku ku baktikan

Agar jaya, Indonesia
Indonesia, tanah airku
Kami jadi pandumu

Sejarah Pramuka Indonesia

Sejarah Pramuka Indonesia
Sejarah Pramuka Indonesia (DOK. SMA Negeri 13 Depok)

Dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi Museum Sumpah Pemuda, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inilah sejarah Pramuka di Indonesia.

Awal Organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912.

NPO kemudian berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP) pada 1916.

Saat itu, di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO). 

Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu, di antaranya : 

  • Hizbul Wathan (HM) pada 1918
  • JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923
  • Nationale Padvinders (NP)
  • Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ)
  • Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS)

Penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. 

Oleh karena itu, K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia. 

Pada 23 Mei 1928 muncul PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS. 

Setelah kemerdekaan, lahirlah kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945. 

Dalam perjalanan sejarahnya organisasi kepanduan yang jumlahnya ratusan dibagi menjadi beberapa federasi, menyadari adanya kelemahan dari beberapa federasi tersebut maka dibentuklah PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia), namun juga terkendala karena kurangnya kekompakan antara anggota yang tergabung didalamnya.

Pada 1960, pemerintah dan MPRS berupaya untuk membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia.

Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepramukaan indonesia, presiden mengatakan bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka. 

Dalam kesempatan tersebut, Soekarno membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi. 

Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Buah hasil kerja panitia tersebut yaitu dikeluarkannya lampiran Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka, maka peristiwa ini disebut sebagai hari permulaan tahun kerja. 

Pada 30 Juli 1961 bertempat di Istora Senayan, seluruh tokoh–tokoh kepanduan indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan organisasi gerakan Pramuka, dan hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. 

Pada 14 Agustus 1961, dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai oleh Presiden Soekarno.

Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Wakil Ketua I dan Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh menjabat sebagai Wakil Ketua II. 

Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji pramuka kepada tokoh-tokoh pramuka, di harapan ribuan anggota pramuka.

Hal tersebut dilakukan untuk mengenalkan gerakan Pramuka kepada masyarakat Indonesia.

Peristiwa itulah yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pramuka yang sampai saat ini masih diperingati setiap tanggal 14 Agustus.

Tahun 2023 kali ini, Indonesia merayakan hari lahir Pramuka yang ke-62 tahun. (Tribunjogja.com/ANR)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved