Djoko Pekik Meninggal
BREAKING NEWS: Seniman Lukis Djoko Pekik Berpulang
Kabar duka tersebut turut disampaikan budayawan asal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa, melalui laman Facebook pribadinya.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Seniman lukis asal Yogyakarta, Djoko Pekik (86) berpulang, Sabtu (12/8/2023).
Kabar duka tersebut turut disampaikan budayawan asal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa, melalui laman Facebook pribadinya, sembari mengunggah foto kebersamaan dengan seniman lukis yang dikenal sebagai pencipta karya seni lukis yang berjudul "Berburu Celeng".
"SELAMAT JALAN Pak Djoko Pekik. Sumangga Gusti," tulis Butet Kartaredjasa.
Sekadar informasi, Djoko Pekik adalah pelukis Indonesia yang dikenal sebagai pencipta karya seni lukis yang berjudul "Berburu Celeng".
Lukisan yang dibuat pada 1998 ini dianggap sebagai gambaran keadaan pemimpin Indonesia pada era Orde Baru.
Selama berkarier sebagai seniman lukis, Djoko Pekik pernah ditangkap dan dipenjara tanpa diadili oleh aparat pada 1965 karena dianggap berhubungan dengan Lekra, organisasi kebudayaan sayap kiri.
Setelah bebas, ia sempat vakum dan baru kembali menggelar pameran pada sekitar 1990-an.
Masa muda Djoko Pekik lahir di Purwodadi, Jawa Tengah, pada 2 Januari 1937 dari keluarga petani.
Pada awalnya, ia ingin menjadi seorang kepala desa yang memiliki seperangkat gamelan. Namun, berkat bakat melukisnya, ia justru tumbuh menjadi seniman lukis Indonesia yang sangat terkenal.
Pendidikan yang didapatkan Djoko Pekik tidak berjalan lancar. Ia bahkan tidak lulus sekolah dasar.
Namun, semangatnya membuat ia terus belajar dan berkembang dengan meneruskan pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta.
Karier Djoko Pekik
Djoko Pekik pernah bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra, lembaga kesenian yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Bersama Lekra, ia tumbuh menjadi pelukis yang fokus pada sosial kerakyatan, yang menolak segala bentuk kapitalisme.
Pada 1961, Djoko Pekik mendirikan Sanggar Bumi Tarung bersama Amrus Natalsya, Misbach Tamrin, Ng Sembiring, Isa Hasanda, Kuslan Budiman, Sutopo, Adrianus Gumelar, Sabri Djamal, Suharjiyo Pujanadi, Harmani, dan Haryatnopada Tan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seniman-Lukis-Djoko-Pekik-Berpulang.jpg)