Penutupan TPA Piyungan

Wabup Bantul Usulkan Recofusing Danais untuk Penanganan Darurat Sampah

Joko Purnomo mengusulkan pelaksaan refocusing Dana Keistimewaan (Danais) untuk penanganan sampah di DI Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Neti Rukmana
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Bupati Bantul , Joko Purnomo, mengusulkan pelaksaan refocusing Dana Keistimewaan ( Danais ) untuk penanganan sampah di DI Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul .

"Harapan kami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengusulkan redesain (refocusing) Danais 2023. Sebagian (dana itu) dimasukkan dalam (penanganan) kedaruratan sampah . Nanti kami Surati Pemprov," ucapnya saat menghadiri rapat koordinasi satuan tugas darurat pengelolaan sampah di Gedung Pertemuan Kompleks Pemkab Bantul , Jumat (11/8/2023).

Usulan itu, ia sampaikan mengingat masih banyaknya kalurahan dan padukuhan di Bantul yang kekurangan anggaran untuk penanganan sampah .

Belum lagi ditambah anggaran untuk operasional satuan tugas (Satgas) Penanganan Darurat Sampah di Kabupaten Bantul .

Di mana Satgas tersebut baru dibentuk pada awal Agustus 2023 dan berfungsi untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di setiap wilayah di Kabupaten Bantul .

Baca juga: Bupati Bantul Bentuk Satgas Darurat Pengelolaan Sampah

"Saat ini, Satgas itu belum memiliki anggaran untuk operasionalnya," jelas Joko.

"Seharusnya itu (refocusing Danais) bisa dilakukan mengingat DI Yogyakarta pada saat ini mengalami darurat sampah. Apalagi sebelumnya Danais pernah direfocusing untuk penanganan darurat Covid-19 pada beberapa waktu yang lalu," imbuh Joko.

Selain refocusing Danais , orang nomor dua di Bumi Projotamansari turut merencanakan pemberdayaan lembaga-lembaga dan instansi berupa Forum Pemberdayaan Risiko Bencana (FPRB) dan perusahaan-perusahaan yang memiliki program corporate social responsibility (CSR) di Kabupaten Bantul .

"Kami akan mengumpulkan semua perusahaan untuk melakukan koordinasi dana CSR dalam pengelolaan sampah," beber dia.

Menurut Joko, masalah sampah pada saat ini merupakan bagian dari bencana, sehingga FPRB harus turut andil mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Bantul

"Senin besok (beberapa) panewu akan mengumpulkan semua pihak perusahaan-perusahaan itu ( untuk menindaklanjuti penanganan sampah di Kabupaten Bantul )," tutup Joko.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved