Berita Jogja Hari Ini

Atlet Hapkido DIY Sylvia Candra Kurniawan Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia Seoul

Atlet Hapkido DIY Sylvia Candra Kurniawan sukses mempersembahkan medali emas hyung putri senior di ajang Kejuaraan Dunia Terbuka Seoul World Hapkido

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Sylvia Candra Kurniawan (tengah) berfoto dengan kedua muridnya Eduardus Abyasa (kiri) dan Bagas Alam (kiri) di Kejuaraan Dunia Terbuka Hapkido Seoul. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Atlet Hapkido DIY Sylvia Candra Kurniawan sukses mempersembahkan medali emas hyung putri senior di ajang Kejuaraan Dunia Terbuka Seoul World Hapkido Championships 2023, yang digelar World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF).

Ia merasa bersyukur dapat memenuhi target medali emas yang telah dicanangkannya sejak awal. Namun ia tak mau berpuas diri lantaran persaingan di internasional semakin ketat.

"Saya bersyukur bisa memenuhi target di Seoul. Tapi saya harus terus berkembang karena lawan-lawan di sana pasti akan mengincar prestasi yang lebih. Jadi saya akan terus berlatih dengan baik," ujar Sylvia saat berbincang dengan Tribun Jogja, Senin (7/8/2023).

Di balik itu Sylvia ternyata punya peran penting membawa dua atlet lainnya meraih medali di ajang tersebut. Keduanya adalah Eduardus Abyasa Damian peraih medali emas nomor Ssang Jul Gong dan Bagas Alam Putra peraih medali perak hoshinsul junior putra.

Baca juga: Cerita Pemohon SIM di Polresta Sleman: Pernah Tiga Kali Gagal, dan Berhasil di Sirkuit Baru 

Dua atlet itu merupakan anak didik dari Sylvia sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), kini mereka telah bersekolah di SMP Putra Bangsa Klaten.

Bagi perempuan kelahiran Yogyakarta, 24 Oktober 2000 itu, prestasi yang diraih kedua anak didiknya merupakan sebuah kebanggaan. Ia merasa apa yang telah diajarkan dapat bermanfaat.

Sejak awal, Sylvia tak heran jika Abyasa dan Bagas bisa mendapat banyak prestasi.

"Saya selalu yakin dengan Abyasa dan Bagas. Mereka punya passion dan ketekunan, jadi tidak sulit untuk melatih mereka. Hasilnya mereka bisa dapat banyak medali di setiap kejuaraan. Saya ikut senang melihat mereka bisa berproses sampai sejauh ini. Awalnya ya tidak pernah terpikirkan atau direncanakan sebelumnya. Fokus saya yang penting anak anak bisa main maksimal bagus dan mereka juga enjoy. Harapannya mereka bisa tetap mempertahankan prestasi dan nantinya juga bisa meneruskan apa yang sudah diajarkan sebelumnya oleh saya dan pelatih mereka saboeum Jijin (pelatihnya di SMP),"

Lantas bagaimana cerita Sylvia punya dua murid junior yang sampai saat ini masih dilatihnya? Waktu 2017 silam, Sylvia sempat mengikuti Diklat Kepelatihan. Saat itu usianya baru menginjak 17 tahun, bahkan bisa dibilang sebagai pelatih termuda di antara peserta lainnya.

Momen itu membawa Sylvia mengenal Haryanto atau dikenal dengan panggilan Saboeum Jijin, seorang pelatih hapkido sekaligus guru olahraga di SD Putra Bangsa Klaten. Berselang beberapa tahun, Sylvia pun mengenal Abyasa, murid langsung dari Saboeum Jijin.

Pulang pergi Jalan Magelang tempat tinggal Sylvia ke Klaten acap dilakukan untuk ikut melatih di SD Putra Bangsa. "Nah waktu pandemi Covid, Abyasa yang datang ke rumah, dia latihan sama saya. Tak lama, Abyasa bawa temannya, Bagas buat latihan untuk pasangan hosinsul. Mereka berdua teman dekat sejak kecil. Sampai sekarang masih saya latih. Bisa dibilang keduanya adalah murid Saboeum Jijin, dan saya hanya memberi tambahan latihan saja " jelasnya.

Menariknya lagi, Sylvia melatih Abyasa dan Bagas dilakukan secara pro bono atau tanpa pungutan bayaran sepeserpun. Katanya, sejak awal ia memang tidak pernah berniat untuk melatih dalam waktu dekat, namun kedua bocah yang datang kepadanya jadi pengecualian.

"Setelah dilakoni ternyata menyenangkan, tapi saya tetap tidak mau banyak atlet yang saya latih. Toh karena saya juga saat ini masih jadi atlet, kalau total di pelatih, nanti saya yang tidak fokus, dan malah banyak mementingkan muridnya," bebernya.

Tetap Pentingkan Pendidikan

Selain Hapkido, Sylvia menganggap pendidikan adalah suatu hal yang penting dalam kehidupannya. Usai merampungkan S1 Teknik Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), ia langsung melanjutkan ke S2 Teknik Industri di kampus yang sama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved