Berita Jogja Hari Ini

Mal di Jogja Kerjasama dengan Vendor Untuk Kelola Sampah

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY sebut pengelola mal di DIY telah menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY sebut pengelola mal di DIY telah menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah

Ketua APBI DIY, Surya Ananta mengatakan setiap hari vendor mengambil sampah di mal. Pihak mal pun telah memilah sampah untuk memudahkan vendor dalam mengelola sampah

"Pada prinsipnya kami punya vendor, pihak ketiga yang kami kontrak. Jadi mereka sudah kerja profesional, waktu saya cek beberapa mal kurang lebih sama seperti yang dilakukan di Plaza Ambarrukmo. Jadi si vendor setiap hari ngambil sampah di mal," katanya yang juga GM Plaza Ambarrukmo itu, Selasa (01/08/2023). 

Baca juga: Update Transfer Romeo Lavia: Liverpool Siap Tunai, Chelsea Standby, MU Harus Jual Pemain Dulu

"Mereka (vendor) kelola sampah supaya bernilai ekonomi lebih tinggi. Strateginya dipilah, kardus sendiri, plastik sendiri, organik sendiri. Kondisi itu kami bantu di penampungan sampah di mal, sudah kami pilah. Jadi seperti itu (memilah sampah) sudah lama, karena memang buka tutup (TPST Piyungan) kan sudah beberapa kali terjadi," sambungnya.

Upaya pemilahan sampah tersebut juga telah dilakukan oleh tenant-tenant yang ada di mal. Sehingga pemilahan sampah menjadi lebih efektif. 

Hanya saja perlu pemilahan ektra, karena tempat sampah untuk pengunjung mal masih menjadi satu. 

"Yang untuk koridor publik memang masih menjadi satu, jadi perlu ektra (untuk memilah sampah). Tetapi sampah pengunjung itu tidak banyak. Yang paling banyak dari tenant, dan itu sudah dipilah dari tenant," terangnya. 

Meski begitu, ia berharap permasalahan sampah di DIY segera teratasi. Sehingga tidak berdampak lebih jauh. Pasalnya jumlah penduduk DIY bakal bertambah secara gradual, mulai dari kedatangan mahasiswa baru hingga pelancong. 

"Dari pihak vendor kan juga ada keterbatasan. Sehingga harapan kami masalah ini bisa ada jalan keluarnya. Karena menjelang akhir tahun penduduk Jogja bertambah. Mahasiswa baru ribuan yang datang, sementara yang lulus juga kan belum tentu meninggalkan Jogja. Lalu juga wisatawan, sehingga paling tidak September ini menjadi waktu penting," ujarnya. 

"Secara informal kami sudah berkomunikasi dengan Pemda DIY. Kan memang sudah memberikan solusi sementara, ya kami masih menunggu. Harapan kami memang segera ada solusi. Kalau untuk sementara, beberapa waktu sih kami masih bisa (mengelola sampah)," pungkasnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved