Wabup Bantul Ingin Teater Masuk Desa-Desa, Sekolah Hingga Perkantoran

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo mengapresiasi gelaran Festival Teater Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2023.

Editor: ribut raharjo
Tribun Jogja/Ribut Raharjo
Wabup Joko B Purnomo membuka event akbar yang melibatkan 17 Kapanewon di Bantul itu di Kampus ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo mengapresiasi gelaran Festival Teater Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2023.

Pada Rabu (26/7/2023) malam, Wabup Joko B Purnomo membuka event akbar yang melibatkan 17 Kapanewon di Bantul itu di Kampus ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul.

“Pengembangan kebudayaan itu mampu mempersatukan kita semua, untuk itu kita jaga bersasama kebudayaan ini,” kata Wabup Bantul.

“Pemkab Bantul mengapresiasi festival ini, mengapresiasi komunitas teater yang terus mengampanyekan seni teater kepada masyarakat dan selalu menjadi pegiat seni teater,” tambahnya.

Dikatakan Joko B Purnomo, teater merupakan ruangan yang didesain untuk menjadi ruang produkrif untuk menampilkan, juga menuangkan nilai seni sehingga menjadi pertunjukan yang enak ditonton.


Melalui seni teater, akan muncul hiburan, kritikan, pendidikan dan bisa digunakan untuk hal positif lainnya sehingga mampu mewujudkan percepatan visi misi Pemkab Bantul.

“Untuk itu saya berharap, teater bisa masuk ke desa-desa, masuk ke sekolah, masuk ke kantor sehingga Bantul akan selalu rukun, kompak dan bersatu,” tandasnya.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan Bantul bersama Paguyuban Teater Bantul kembali menggelar Festival Teater Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2023.

Sebanyak 17 sanggar teater dari 17 Kapanewon di Bantul tampil mulai Rabu (26/7/2023) malam hingga Minggu (30/7/2023).

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho eko Setyanto menjelaskan, tema yang diusung pada festival teater tahun ini adalah Djogja, sejarah, romantisme.

Kemudian untuk sub tema adalah Tentang yang liyan pada masa lalu dan masa kini, Memori, kerinduan dan problem sosial, Kaum imigran di masa lalu, Sepenggal cinta revolusi Yogyakarta.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan seni pertunjukan teater, meningkatkan kualitas program dan kegiatan pembinaan teater, meningkatkan apresiasi masyarakat, terutama generasi muda terhadap seni teater dan menjadikan kesenian teater sebagai media dalam menjalin kerukunan antar pelaku seni khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Juri dalam festival teater tahun ini adalah Ketua Rano Sumarno (Akademisi), Suryo Putro Nugroho (Praktisi), Fajar Suharno (Praktisi), Kusno S Utomo (Media) dan Ribut Raharjo (Media).

Ketua Pengurus Paguyuban Teater Bantul, Jumarudin mengatakan, para peserta merupakan hasil dari rapat yang digelar PTB. Dia berharap acara berjalan lancar dan sukses.

Pada Rabu malam, tampil dua sanggar yakni, Sanggar Mustika dari Kapanewon Kasihan menampilkan lakon Ngeng, dan Pendopo dari Pandak menampilkan judul Lho! (rbt)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved