Penutupan TPA Piyungan

Calon Tempat Penampungan Sampah di Cangkringan Pakai Lahan Pertanian

Calon tempat penampungan sampah bakal dilapisi geomembran dan bak tampung air lindi. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Calon tempat penampungan sampah di Cangkringan -- untuk menampung sampah selama TPA Piyungan ditutup,-- menggunakan Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan Umbulharjo, tepatnya di Padukuhan Karanggeneng.

Lahan seluas 2 hektar tersebut selama ini dimanfaatkan oleh warga masyarakat setempat sebagai lahan pertanian.

Warga menyewa lahan pelungguh tersebut untuk ditanami cabai, dan ada pula  yang menanam rumput kolonjono sebagai pakan ternak. 

Pantauan di lokasi, pada Selasa (25/7/2023) belum ada aktivitas pembangunan di lokasi tersebut.

Namun rencana soal tempat tampungan sampah sementara itu sudah menguat.

Pemerintah Kalurahan Umbulharjo bahkan sudah melakukan sosialisasi kepada perangkat, RT/RW, maupun masyarakat dengan melibatkan jaga warga terkait rencana menjadikan TKD seluas dua hektar di Karanggeneng itu menjadi tempat penampungan sampah sementara, imbas penutupan TPA Piyungan . 

Baca juga: Apa Itu Geomembran yang Bakal Jadi Pelapis Tempat Pembuangan Sampah Darurat di Cangkringan?

Respon warga terkait hal tersebut pun beragam.

Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Sebab, hal ini merupakan sesuatu yang baru. 

"Mesti ada pro kontra wajar. Karena belum tahu prosesnya, atau kekhawatiran tertentu yang belum tentu bisa terjadi. Kalau bicara sampah kan horor, bau, kotor air lindi. Tapi secara garis besar ada ahlinya untuk mengatasi itu. Kita serahkan ke ahlinya. Tentunya saat memasukkan barang ada konsekuensi dari penitip (sampah). Jangka (waktunya) sekian bulan, biar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sebagainya," kata Jagabaya Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan , Sriyono Selasa (25/7/2023). 

Sriyono berkeyakinan, pemerintah memutuskan untuk membuat tempat penampungan sementara di Karanggeneng pasti sudah melalui pertimbangan yang matang.

Termasuk risiko dan kajian lingkungan dari ahlinya.

Ia berharap jika nanti tempat tersebut dijadikan lokasi penampungan sampah maka lingkungan harus diperhatikan, warga juga sedang diusulkan agar bisa mendapatkan kompensasi.

Kemudian setelah TPA Piyungan dibuka lagi maka lahan di lokasi penampungan diminta ada recovery atau pemulihan agar bisa ditanami lebih baik dan sampah diangkut kembali ke Piyungan.

Adapun terkait dengan kekhawatiran mencemari lingkungan, menurut dia, DLH lebih ahli atau kompeten untuk menanggulanginya.

Berdasarkan informasi yang diterima, di lokasi penampungan akan dilapisi geomembran supaya sampah tidak meresap ke bawah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved