Prabu Anom Juara Kelas Yunior Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII

Ratusan pelestari burung derkuku dari berbagai penjuru tanah air ambil bagian dalam Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII di Alun-alun Selatan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Suasana Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII, di Alun-alun Selatan, Kota Yogya, Minggu (23/7/2023) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Burung derkuku Prabu Anom milik H. Prabukusumo menjadi juara pertama kelas Yunior Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII yang digelar di Alun-alun Selatan Yogyakarta pada Minggu (23/7/2023) siang.

Prabu Anom mengungguli Wisanggeni dan Anugrah yang harus puas di posisi kedua dan ketiga.

Sementara di Kelas Pemula, burung deruku Aku Rindu milik Sudarto asal Kebumen berhasil menjadi yang terbaik.

Lalu juara kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh Bintang Shorea asal Boyolali dan Putra Banjar asal Banjarnegara.

Di kelas Senior, burung Narasoma, milik B2W BF, asal Godean, Kabupaten Sleman, mengakuisisi peringkat pertama.

Kemudian disusul oleh Brataseno dan Aryo Blitar.

Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII, yang bergulir di Alun-alun Selatan, Kota Yogya, Minggu (23/7/2023) pagi sendiri diikuti oleh ratusan pelestari burung derkuku dari seluruh penjuru tanah air.

Selain mewadahi hasrat berkompetisi para pecinta burung derkuku, event tersebut juga diharapkan bisa mendongkrak sektor pariwisata di DI Yogyakarta.

Sebagai informasi, kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata DIY sejak tahun 2015 dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais).

Meski sempat terhenti selama dua tahun, yakni pada 2020 dan 2021, akibat pandemi Covid-19, rupanya antusiasme dari pelestari derkuku untuk melombakan unggas kesayangannya di Konkurs Nasional Paku Alam Cup VII tidak luntur.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, berujar, dalam penyelenggaraan lomba nasional seni suara alam burung derkuku ini, pihaknya bersinergi dengan Persatuan Penggemar Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI) DIY.

Dijelaskannya, terdapat tiga kelas yang dipertandingkan dalam event tersebut, meliputi kelas Pemula, Yunior, serta Senior.

"Konkurs burung derkuku secara rutin dilaksanakan sebagai upaya menggairahkan hoby memelihara dan pelestarian burung derkuku, sekaligus menjadi daya ungkit kunjungan wisatawan ke Yogya," tandasnya.

Terlebih, lanjut Singgih, menengok data dari bagian pendaftaran, dapat diketahui, bahwa peserta berasal dari berbagai daerah di penjuru tanah air, mulai ujung barat sampai ujung timur Pulau Jawa.

Bahkan, tidak sedikit pecinta burung derkuku dari luar Pulau Jawa, seperti Bali, serta Lombok, yang turut berpartisipasi untuk memperebutkan Piala KGPAA Paku Alam X.

"Sehingga, sektor pariwisata Yogya ikut terdongkrak, karena didatangi banyak pelestari burung derkuku dari berbagai daerah melalui kegiatan ini," ungkapnya.

"Selain burung derkuku juga masih ada event-event lainnya, kontes untuk para kicau mania. Kami memiliki komitmen untuk menyelenggarakan kegiatan di sektor wisata minat khusus semacam ini," lanjut Singgih.(aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved