Berita Magelang Hari Ini
Candi Borobudur Bakal Dipasang Chatra, Ketua IAAI: Perlu Kajian yang Mendalam
Pemasangan Chatra dianggap untuk menambah nilai keagungan dari bangunan bersejarah peninggalan dinasti Syailendra abad ke-8.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
"Artinya perlakuan terhadap Candi Borobudur sebagai Bangunan Cagar Budaya dalam penambahan elemen, perubahan bentuk, dan penggantian bahan harus memenuhi prinsip-prinsip dan kaidah pemugaran arkeologis serta memenuhi ketentuan Undang-Undang Cagar Budaya,"ujarnya.
Ia menambahkan, sebenarnya keinginan dan permintaan untuk memasang kembali Chatra mulai muncul pada sekitar 2008 -2009 silam.
Hal itu tercetus, melalui diskusi panjang para arkeolog dengan memperhatikan kaidah dan prinsip pemugaran.
Namun, pada saat itu diputuskan Chatra tidak layak untuk dipasang kembali di atas Stupa Induk Candi Borobudur .
"Lalu, keinginan dan permintaan untuk memasang kembali Chatra muncul (lagi) pada tahun 2018. Melalui seminar dan diskusi para ahli pemugaran dan arkeologi yang dilaksanakan di Magelang, (dan) kembali diputuskan Chatra tidak layak dipasang," ungkapnya.
Setelah hampir lima tahun, keinginan dan permintaan agar Chatra dipasang di atas Stupa Induk Candi Borobudur pun kembali digaungkan pada 2023 ini.
Terkait pemasangan Chatra ini, menurut dia, pemerintah juga harus memikirkan dan memperhitungkan faktor keamanan terutama bagi pengunjung.
"Dengan arsitektur dan kontruksi baru jika Chatra nanti dipasang apakah sudah dipikirkan dan diperhitungkan faktor keamanannya, karena Candi Borobudur setiap hari dikunjungi oleh ribuan pengunjung," tambahnya.
Sejarah Chatra pada Stupa Induk Candi Borobudur
Marsis yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Balai Konservasi Borobudur (2007-2017) inipun bercerita terkait sejarah Chatra yang ada pada Stupa Induk Candi Borobudur.
Diawali, dari Candi Borobudur yang ditemukan kembali dan ditulis oleh Raffles pada tahun 1814. Saat itu, kondisi Candi Borobudur sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Bahkan, Stupa Induk telah rusak dan sebagian terbuka, bahkan di bagian atas Stupa Induk terdapat bangunan cungkup,"terangnya.
Kemudian pada 1907-1911 dilakukan pemugaran oleh van Erp.
Dalam pemugaran itu, dapat mengembalikan 72 stupa yang sudah rusak parah dan merekonstruksi Stupa Induk.
Pada saat merekonstruksi Stupa Induk, van Erp menemukan sisa-sisa batu yang diduga sebagai bagian dari Chatra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Candi-Borobudur-Bakal-Dipasang-Chatra-Ketua-IAAI-Perlu-Kajian-yang-Mendalam.jpg)