Berita Bantul

Harga Daging Ayam di Bantul Tembus Rp 40 Ribu Per Kg

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan DKUMPP di lima pasar tradisonal, harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Tribun
Mencuci Daging Ayam Mentah Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasan dan Cara Memasak yang Benar 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Harga daging ayam dan telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Bantul masih cukup tinggi.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) di lima pasar tradisonal, harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Sementara harga telur ayam mencapai Rp 32 ribu per kilogram.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Pengendalian Barang Pokok dan Penting DKUMPP Kabupaten Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani mengungkapkan, berdasarkan pantauannya yang dilakukan pada Kamis (20/7/2023), harga rata-rata daging ayam menyentuh Rp38.200 per kilogram dan harga telur ayam menyentuh Rp31.400 per kilogram. 

"Berdasarkan pantauan kami di lima titik pasar di Kabupaten Bantul, harga daging ayam tertinggi terjadi di Pasar Piyungan sebesar Rp40.000 per kilogram dan harga telur ayam tertinggi terjadi di Pasar Bantul dan Pasar Niten sebesar Rp32.000 per kilogram," ucapnya kepada Tribunjogja.com, Jumat (21/7/2023).

Menurutnya, tingginya harga dua komoditas tersebut didorong oleh faktor banyaknya permintaan konsumen untuk memenuhi kebutuhan pesta atau hajatan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditemukan tewas di Dalam Sumur di Salam Magelang, Ini Penjelasan Polisi

Harga kedua komoditas sudah mulai merangkak naik sejak pertengahan Juni 2023.

Pemkab Bantul, lanjut Yani, terus berupaya untuk menekan agar harga kebutuhan pokok, terutama kedua komoditas bisa segera turun.

Termasuk di antaranya dengan memastikan ketersediaan stok di pasaran.

"Kami juga melakukan pemantauan ke pasar-pasar untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok secara rutin," tutur Yani.

Yani menambahkan pihaknya  mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan.

"Belanja seperlunya saja sesuai kebutuhan, tidak usah memotong apalagi menimbun pangan atau komoditas," pintanya.(Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved