Museum Tosan Aji Purworejo Gelar Jamasan Pusaka Sambut 1 Suro
Sebanyak 1.159 pusaka koleksi Museum Tosan Aji, ditambah milik masyarakat Purworejo, dan pejabat Pemkab Purworejo turut dijamas dalam agenda tersebut
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman museum dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (19/7/2023).
Ritual pembersihan benda pusaka itu dilaksanakan bertepatan dengan awal Bulan Suro (dalam penanggalan Tahun Jawa) atau 1 Muharam 1445 Hijriyah (sesuai penanggalan Islam).
Sebanyak 1.159 pusaka koleksi Museum Tosan Aji, ditambah milik masyarakat Purworejo, dan pejabat Pemkab Purworejo turut dijamas dalam agenda tersebut.
Termasuk keris milik Bupati Purworejo, Agus Bastian, yang dibuat sekitar abad Ke-13.
Adapun benda pusaka yang dimaksud berupa keris, tombak, pedang, kujang, kudi, dan jambio.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, mengatakan bahwa jamasan pusaka telah menjadi rutinitas tiap tahun di Kota Berirama yang mengambil waktu 1 Suro.
Substansi ritual jamasan itu adalah membersihkan benda-benda pusaka karya dan warisan leluhur yang harus dilestarikan.
Benda-benda itu dijamas sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk menjaga keawetannya.
"Jamasan pada 1 Suro mengandung arti bahwa setiap pergantian tahun tentu secata subtansi kita membersihkan diri. Artinya kita meninggalkan sesuatu yang jelek dan menyongsong tahun baru dengan semangat," ucap Wasit, Rabu (19/7/2023).
Sebelum dijamas, beberapa pusaka diambil dari Rumah Dinas Bupati Purworejo oleh rombongan petugas penjamas dengan diiringi tari Cing Poling.
Kemudian secara simbolis pusaka itu diserahkan Bupati Purworejo, Agus Bastian, kepada juru jamas, Teguh Wahyu Kuntoro.
Selanjutnya, pusaka diarak dari Pendopo Kabupaten Purworejo menuju halaman Museum Tosan Aji, diiringi beberapa pengawal yang berpakaian ala prajurit Keraton. Dalam prosesnya, arakan itu juga diiringi tari Gambyong Pareanom.
Usai dijamas, pusaka dikirab ke Pendopo Kabupaten Purworejo yang diawali dengan tarian Landheyang Ngrumat Aji.
Wasit mengungkap ada tujuh pusaka yang dijamas secara simbolis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jamasan-pusaka-di-Purworejo.jpg)