Mencicipi Sega Telang, Kuliner Unik di Pasar Inis Purworejo

Sega Telang termasuk kuliner unik yang diklaim hanya bisa ditemukan di Pasar Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
Penjual Sega Telang, Sulis (50), sedang menyiapkan pesanan pembeli di Pasar Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (16/7/2023). 

Adapun untuk minuman di Pasar Inis, didominasi olahan dari sari bunga telang, semisal susu telang, lemonade telang, coffe late telang, markisa telang, squash telang, leci telang, yakult telang, dan frozen telang. 

Bunga telang alias clitoria ternatea adalah jenis bunga yang memiliki kelopak mahkota berwarna ungu kebiruan.

Bunga itu biasa tumbuh di pekarangan rumah atau kebun warga di pedesaan. 

Dalam pemanfaatannya, bunga telang direbus atau diseduh menggunakan air panas untuk diambil sari ataupun ekstraknya.

Kemudian air berwarna ungu kebiruan ataupun biru itu digunakan sebagai pewarna campuran minuman ataupun makanan. 

Selain minuman, di Pasar Inis juga ada makanan yang terbuat dari ekstrak bunga telang yakni Sega Telang.

Makanan tersebut termasuk kuliner unik yang diklaim hanya bisa ditemukan di Pasar Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

"Sega telang ini hanya ada di sini (Pasar Inis)," kata penjual Sega Telang, Sulis (50), Minggu (16/7/2023).

Penjual Sega Telang, Sulis (50), memperlihatkan tampilan sajian satu porsi Sega Telang di Pasar Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (16/7/2023).
Penjual Sega Telang, Sulis (50), memperlihatkan tampilan sajian satu porsi Sega Telang di Pasar Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (16/7/2023). (Tribun Jogja/ Dewi Rukmini)


Warga Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, itu mengatakan pembuatan sega telang sangat mudah, mirip seperti membuat nasi kuning.

Bedanya saat menanak, nasi dicampur air bunga telang agar berubah warna menjadi biru semi ungu. 

"Pembuatan sega talang sederhana. Bunga talang diseduh air untuk dijadikan pewarna alami. Lalu, air bunga telang dicampurkan saat menanak nasi agar warnanya jadi biru," ucapnya.

Jika diperhatikan, penyajian sega talang mirip seperti nasi uduk atau nasi kuning pada umumnya.

Satu porsi sega telang disajikan di atas pincuk atau alas daun pisang, lengkap dengan kering tempe, mie goreng, sambal, dan kerupuk. 

Rasanya pun juga mirip nasi uduk yakni gurih asin. Namun terasa sedikit sensasi segar dari ekstrak bunga telang.

Jika dipadukan dengan pedas sambal, manis kering tempe, dan mie yang kenyal, maka memakan sega telang akan memberikan sensasi rasa asing yang menarik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved