Berita Sleman Hari Ini

Warga Tiwir Sleman Potong Tulang Sapi Kurban Pakai Mesin

Jamaah masjid Al-Muttaqin, di Padukuhan Tiwir, Kalurahan Sumbersari, Moyudan Kabupaten Sleman memiliki cara tersendiri untuk mempercepat proses penyem

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Warga melakukan pemotongan tulang hewan kurban di Masjid Al-Muttaqin Tiwir Sumbersari Moyudan Kabupaten Sleman menggunakan mesin. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jamaah masjid Al-Muttaqin, di Padukuhan Tiwir, Kalurahan Sumbersari, Moyudan Kabupaten Sleman memiliki cara tersendiri untuk mempercepat proses penyembelihan sekaligus penyaluran daging hewan kurban kepada masyarakat.

Selain proses penyembelihan hewan kurban melibatkan guyup-rukun semua masyarakat, pemotongan tulangnya juga telah menggunakan teknologi mesin agar lebih cepat. 

"Untuk sarana-prasarana, Alhamdulillah alat untuk pemotongan tulang sudah ada. Kemudian untuk jeroannya juga sudah sesuai dengan standar ya. Standar imbauan dari pusat kesehatan hewan maupun juga ada bimbingan dari dokter hewan yang ada disini," kata Takmir masjid Al-Muttaqin, Agus Iskandar, Kamis (29/6/2023). 

Baca juga: Enam Pasutri Bertarung di Pilkades Serentak, Dispermades Klaten Bilang Begini

Pantauan di lokasi, proses pemotongan tulang hewan kurban di Padukuhan Tiwir ini dilakukan dengan dua cara.

Yaitu cara manual dengan memotong - motong menggunakan kapak.

Tetapi ada juga yang sudah menggunakan teknologi mesin pemotong tulang. Prosesnya berbarengan sehingga lebih cepat. 

Agus mengatakan, masjid Al-Muttaqin di padukuhan Tiwir menyembelih 6 ekor sapi dan 7 kambing pada momen Iduladha tahun ini.

Pengolahan limbah dari penyembelihan hewan kurban dibuang ke jugangan, tidak dibuang ke sungai.

Adapun daging kurban yang sudah dipotong-potong dibagikan kepada 125 Kepala Keluarga (KK) di Padukuhan Tiwir ditambah 9 jamaah dari luar kampung.

Masing-masing KK mendapatkan bagian 2,5 kilogram daging ditambah jeroan dan tulang.

Proses pembagiannya, antara tulang dan daging dipisahkan. Begitu juga daging sapi dan daging kambing tidak dicampur. 

"Kita sendirikan, antara daging kambing dan daging sapi, biar nanti saat dikonsumsi tidak mempengaruhi kualitas daging," ujar dia. (rif)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved