Disdik Gunungkidul Minta Sekolah Cukup Gelar Acara Kelulusan Biasa
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengakui jika tak bisa mengintervensi langsung ke sekolah. Khususnya terkait acara wisuda pelajar.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul menanggapi soal tren acara wisuda yang kini juga merambah wilayahnya. Apalagi fenomena ini juga dikomentari oleh anggota dewan.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengakui jika tak bisa mengintervensi langsung ke sekolah. Khususnya terkait acara wisuda pelajar.
"Itu kan jadi hak prerogatif masing-masing sekolah," kata Nunuk, Minggu (18/06/2023).
Selain itu, ia mengatakan jika keputusan menggelar wisuda merupakan hasil kesepakatan para orangtua pelajar.
Sebab tak sedikit dari mereka yang menghendaki itu.
Itu sebabnya, Nunuk tak terlalu mempermasalahkan acara wisuda.
Hanya, ia berharap acara tersebut digelar tanpa perlu bermewah-mewah.
"Cukup acara kelulusan saja, mengalungkan samir ke lulusan dan memakai pakaian tradisional," ujarnya.
Nunuk pun mengklaim tak semua sekolah di Gunungkidul menggelar wisuda seperti tren saat ini. Klaim itu didasarkan pada tinjauan yang sudah dilakukan.
Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin menilai tren wisuda untuk merayakan kelulusan pelajar ini arahnya mulai berlebihan. Sebab sampai harus menyewa tempat yang bisa dibilang mewah.
"Ini bisa mengarah ke hedonisme, dan membebani para orangtua," kata Ery.
Ia mengakui jika tidak ada larangan melakukan wisuda tersebut. Namun Dinas Pendidikan (Disdik) diharapkan memberikan imbauan bahkan batasan ke sekolah.
Menurut Ery, perayaan kelulusan cukup dilakukan secara normatif.
Setidaknya dengan menampilkan potensi pelajar hingga memberikan penghargaan ke pelajar yang lulus dan berprestasi.
"Sewajarnya saja, jangan sampai harus menyewa tempat yang mewah," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)