Besok, Geopark Night Specta 5.0 Digelar di Embung Nglanggeran Gunungkidul

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan acara musik ini akan menghadirkan sejumlah penampil ternama.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Penampakan Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul, belum lama ini. Situs ini bagian dari UNESCO Global Geopark Gunung Sewu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul akan menggelar Geopark Night Specta 5.0 pada Sabtu (17/06/2023) besok.

Acara musik ini akan digelar di amfiteater Embung Nglanggeran, Kapanewon Patuk.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan acara musik ini akan menghadirkan sejumlah penampil ternama.

"Seperti penyanyi Woro Widowati, NdarBoy, Doni Saputro, dengan orkestra etnik gamelan," kata Harry pada wartawan, Jumat (16/06/2023).

Acara musik ini digelar untuk memperingati 10 tahun atau satu dasarwarsa Gunung Sewu sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Nglanggeran pun termasuk di dalamnya.

Harry mengatakan seminar juga digelar untuk memperingati momen tersebut.

Seminar akan dihadiri oleh Ahli Geologi UPN Veteran Yogyakarta dan Badan Otorita Borobudur (BOB).

"Seluruh anggota UGG juga hadir, seperti perwakilan Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri di mana Gunung Sewu berada di 3 wilayah ini," ujarnya.

Menurut Harry, seminar akan membahas catatan pra revalidasi.

Catatan diberikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan Wakil Presiden UGG, Ibrahim Komoo.

Kedua tim ini pun sudah melakukan kunjungan ke kawasan Geopark Gunung Sewu untuk pemeriksaan.

Termasuk yang di wilayah Gunungkidul.

"Revalidasi II UGG Gunung Sewu rencananya dilakukan pada akhir Juli 2023," ungkap Harry.

Kawasan UGG Gunung Sewu memiliki luas 1.802 kilometer persegi, membentang di Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri.

Setidaknya ada 33 geosite di Gunung Sewu, 13 titik di masing-masing Gunungkidul dan Pacitan serta 7 di Wonogiri.

General Manager UGG Gunung Sewu, Budi Martono mengatakan kawasan tersebut ditetapkan sebagai Global Geopark pada 2015. Usulannya sendiri diajukan sejak 2013.

"Gunung Sewu jadi anggota Global Geopark kedua dari Indonesia setelah Gunung Batur di Bali," ungkap Budi.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved