Berita Jogja Hari Ini
Proyek Revitalisasi Pasar Sentul Gunakan Danais Rp 28,43 Miliar
Revitalisasi Pasar Sentul yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kota Yogyakarta menyerap anggaran dana keistimewaan (Danais) senilai Rp 28,43 miliar.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Revitalisasi Pasar Sentul yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kota Yogyakarta menyerap anggaran dana keistimewaan (Danais) senilai Rp 28,43 miliar.
Selama revitalisasi, sebanyak 529 pedagang Pasar Sentul telah direlokasi dan menempati shelter sementara di Jalan Babaran, Kelurahan Pandeyan Kemantren Umbulharjo Yogyakarta.
Revitalisasi pasar diproyeksikan memakan waktu sekitar 6,5 bulan sehingga diperkirakan dapat kembali ditempati para pedagang pada Januari 2024 mendatang
Pasar Sentul sendiri masuk dalam penataan kawasan cagar budaya Pakualaman sehingga proyek revitalisasi dapat menggunakan Danais.
Baca juga: Badan Standarisasi Nasional Berkomitmen Tingkatan Produktivitas Perdagangan di Kawasan ASEAN
Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan DPUPKP Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto mengatakan revitalisasi Pasar Sentul berupa penambahan lantai dari satu lantai, menjadi dua lantai ditambah rooftop.
Hal ini mempertimbangkan rencana penataan pedagang Lapangan Alun-alun Sewandanan Pakualaman dari Pemda DIY ke depan.
Adapun arsitektur fasad bangunan mengusung gaya Indis sesuai rekomendasi Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB).
"Pedagang Pasar Sentul telah menempati shelter sementara di lahan calon Kantor Kelurahan Pandeyan dan tanah milik Pemda DIY selama 8 bulan kedepan. Shelter tersebut sendiri telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti toilet, mushola, parkir motor dan mobil, area bongkar muat hingga pos jaga, termasuk listrik dan air," tuturnya, Selasa (13/6/2023).
Fakhrul menilai revitalisasi Pasar Sentul perlu dilakukan meskipun kondisi kerusakan bangunan secara fisik tidak terlalu parah.
Pihaknya melihat dari situasi dan kondisi pedagang di Pasar Sentul yang sudah tidak layak alias banyak pedagang nekat berjualan di depan pasar sampai ke bahu jalan sehingga acap kali menjadi biang kemacetan.
"Kondisi Pasar Sentul memang sudah tidak layak karena luapan pedagang bukan akibat kerusakan bangunan fisiknya. Luapan pedagang meluber ke jalan sehingga menimbulkan kemacetan setiap pagi harinya. Jadi kami berharap dengan revitalisasi ini akan mengurangi kepadatan yang ada di Jalan Sultan Agung,” tandasnya.
Konsep revitalisasi bangunan Pasar Sentul sendiri tidak jauh berbeda dengan Pasar Prawirotaman yang terdiri dari 3 lantai berupa dua lantai dengan satu rooftop atau area terbuka sebagian.
Pasca revitalisasi, Pasar Sentul mampu menampung sedikitnya 700 pedagang baik 529 pedagang dari Pasar Sentul dan selebihnya luapan pedagang di luar pasar maupun PKL dari Alun-alun Sewandanan.
Para pedagang akan dibagi dalam beberapa zona nantinya, Pembagian pedagang yang akan menempati Pasar Sentul menjadi ranah Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.
“Pasar Sentul sudah waktunya diperbaiki. Harapannya yang kios kembali ke bawah biasa dan kapan pun mulai bisa ditempati terserah. Pedagang itu tidak minta mewah tetapi lancar dan laris dagangannya. Seperti. berjualan di shelter ini, saya harus cari langganan baru lagi karena yang lama merasa shelter terlalu jauh, tetapi tidak masalah,” ujar Pemilik Kios Sembako, Pariyem yang telah berjualan di Pasar Sentul sejak awal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)