Liga Italia

Serie A: Inter Milan Disambut Tiga Masalah Besar Musim 2023-24

Inter Milan kini harus merenungkan apa yang mungkin terjadi setelah penampilan penuh semangat melawan juara Liga Inggris.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Inter.it
Steven Zhang, Presiden Inter Milan 

TRIBUNJOGJA.COM Italia -- Setelah kalah satu gol di Stadion Ataturk, mimpi Inter Milan untuk menjuarai Liga Champions berakhir.

Inter Milan kini harus merenungkan apa yang mungkin terjadi setelah penampilan penuh semangat melawan juara Liga Inggris.

Di persaingan kompetisi domestik, Nerazzurri tertinggal jauh di belakang peraih Scudetto Napoli di Serie A musim ini.

Dan ke depan Inter Milan masih menghadapi beberapa persoalan sebagai berikut:

1. Masalah Uang

Setelah menghabiskan jutaan dolar untuk transfer pada awal masa kepemilikannya, perusahaan China Suning irit sejak Antonio Conte pergi.

Namun, Simone Inzaghi membuktikan apa yang mungkin dilakukan bahkan ketika bekerja dengan anggaran yang sederhana.

Disisi lain stadion San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza perlu dibenahi untuk mendukung bisnis dan keuangan.

Banyak yang percaya pindah ke stadion baru penting bagi Inter dan Milan untuk mengimbangi pesaing Eropa lainnya.

Contohnya sudah jelas, klub seperti Tottenham Hotspur, penghasilan matchday hampir tiga kali lebih besar.

Pada tahun 2021, pinjaman besar diperlukan untuk menjaga agar keuangan Inter tetap stabil dan pemerintah China turun tangan untuk melunasi utang yang terus bertambah.

Inter juga melanggar aturan Financial Fair Play UEFA tahun lalu karena pengeluaran transfer, menerima denda dan peringatan.

Suning mengatakan akan menyambut baik investasi baru dan presiden Inter Stephen Zhang yang terlibat dalam plot Liga Super Eropa 2021 yang naas belum meyakinkan penggemar masa depan klub mereka ada di tangan yang aman.


2. Nasib Pemain

Dengan latar belakang seperti itu, banyak menjual pemain dapat terjadi musim panas ini, menyusul kepergian Achraf Hakimi, Romelu Lukaku (setidaknya untuk sementara) dan penerima gaji tinggi seperti Ivan Perisic dan Christian Eriksen sejak tim Conte memenangkan gelar Serie A 2020-21.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved