IDI Kota Yogyakarta Gencarkan Pencegahan Anemia Defisiensi Besi
Apabila penyakit tersebut menyerang tubuh manusia dan tidak segera diatasi, maka berpotensi menimbulkan gangguan gagal jantung.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan medis yang terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Yogya, dr Theressia Handayani M. Biomed (AAM), mengatakan apabila penyakit tersebut menyerang tubuh manusia dan tidak segera diatasi, maka berpotensi menimbulkan gangguan gagal jantung.
Untuk itu, IDI Kota Yogyakarta bersama P&G Health Indonesia menggelar workshop Gejala, Diagnosis dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi, di Hotel Harper Yogyakarta, Minggu (11/6/2023), sebagai bentuk edukasi para dokter dan juga apoteker dalam mencegah penyebaran anemia defisiensi besi.
"Kehadiran kami melalui workshop itu sebagai sarana untuk mengedukasi para dokter dan apoteker untuk mengajak mereka untuk jangan sampai lengah mengobati pasien anemia defisiensi besi dan kalau bisa dilakukan terapi sedini mungkin kepada penderita anemia," ucapnya.
Menurutnya, penderita anemia itu lebih rentan terjadi kepada anak-anak dan ibu hamil.
Hal itu disebabkan adanya kebiasaan orang Indonesia yang lebih mementingkan dalam memberikan makanan dan sayuran yang cukup untuk anak berusia satu sampai lima tahun.
Satu di antara pembicara workshop Gejala, Diagnosis dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi, Dr. dr. Sri Mulatsih, Msc, SpA (K), mengatakan protein menjadi kebutuhan penting selama masa pertumbuhan anak berlangsung.
"Karena, ada sayuran tertentu yang justru menghambat penyaluran zat besi. Di mana di dalam sayuran itu ada yang mengandung pektin dan zat- zat penghambat penyaluran zat besi yang lain," urainya.
"Jadi kadang ada yang mengatakan kalau mereka (para orang tua) sudah memberikan sayur yang banyak kepada anak-anak, tapi kok tidak naik naik berat badannya? Ternyata ada sayuran yang itu malah mengganggu masa penyerapan semua mineral, vitamin dan protein," imbuhnya.
Tanda Awal Terkena Anemia Defisiensi Besi
Satu di antara pembicara workshop Gejala, Diagnosis dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi, dr. Devie Kristiani, MSc, SpA(K), menyampaikan tanda awal bagi seseorang yang terkena anemia defisiensi besi ialah adanya gangguan tumbuh kembang pada anak-anak.
"Kalau pada wanita, biasanya sering pusing, lemah, lemas, jantung berdebar-debar," jelas beliau.
"Lain halnya dengan pria yang itu tidak mudah berpotensi terjadi anemia defisiensi besi. Karena, hormon pria itu secara keseluruhan bisa membentuk zat besi. Jadi, mereka lebih jarang terkena anemia," lanjutnya.
Kendati demikian, kalau pria tersebut memiliki gangguan darah berupa thalasemia atau hemofilia maka dapat berpotensi mengalami anemia.
Menanggapi hal itu, Humas IDI Cabang Kota Yogya, dr. Theressia Handayani M. Biomed (AAM), turut menjelaskan secara singkat pengobatan apa yang tepat untuk diberikan kepada pasien anemia defisiensi besi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/workshop-Gejala-Diagnosis-dan-Tatalaksana-Anemia-Defisiensi-Besi.jpg)