Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Terbaru Gunung Merapi: 6 Jam Terakhir Luncukan Guguran Lava Pijar 6 Kali ke Kali Bebeng

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar 6 kali ke arah Kali Bebeng jarak luncur maksimal 1,7 km pada Jumat (9/6/2023).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
Twitter BPPTKG
Tangkapan layar video awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 17 Maret 2023 pukul 19.30 WIB dengan jarak luncur 1300 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktifitas Gunung Merapi selama enam jam terakhir masih cukup tinggi.

Gunung yang terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten tersebut meluncurkan guguran lava pijar 6 kali ke arah Kali Bebeng jarak luncur maksimal 1,7 km pada Jumat (9/6/2023).

Hal tersebut terpantau dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mulai 00:00-06:00 WIB.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh pihaknya, terlihat asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Sementara gempa guguran terjadi sebanyak 24 kali dengan amplitudo 3-16 mm berdurasi 17-147.72 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga,” katanya.

Baca juga: Update Gunung Merapi 8 Juni 2023 : Tercatat 28 Kali Gempa Guguran Pagi Ini

Sementara secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

“Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 16.5-19 °C, kelembaban udara 78-95 persen dan tekanan udara 873.8-919 mmHg,” jelasnya.

Potensi bahaya saat ini, kata dia, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Sektor itu meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara, sektor meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tukasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved