Hari Raya Waisak

Apa Itu Fang Sheng dan Jiu Sheng yang Dilakukan Umat Buddha saat Waisak?

Mengenal ritual Fang Shen dan Jiu Sheng, dilakukan umat Buddha saat Hari Raya Waisak. Ritual penuh filosofi, ajarkan welas asih sesama mahkluk hidup.

|
PEXELS/Nguyen Huy
Apa Itu Fang Sheng dan Jiu Sheng yang Dilakukan Umat Buddha saat Waisak? 

TRIBUNJOGJA.COM - Ajaran dan kehidupan sehari-hari umat Buddha menjadi perhatian masyarakat menjelang Hari Raya Waisak 2023 yang jatuh pada Minggu (4/6/2023).

Salah satu ritual wajib yang dilakukan saat Waisak adalah Fang Sheng dan Jiu Sheng

Apa itu Fang Sheng? Apa itu Jiu Sheng?

Inilah penjelasan Fang Sheng dan Jiu Sheng, ritual penuh filosofi dalam ajaran Buddha.

Pengertian Fang Sheng, Jiu Sheng, dan filosofinya

Pengertian Fang Sheng, Jiu Sheng, dan filosofinya
Pengertian Fang Sheng, Jiu Sheng, dan filosofinya (PEXELS/Nguyen Huy)

Mengutip laman resmi Kadam Choeling Bandung, kadamchoeling.or.id, Fang Sheng (放生) artinya melepas makhluk hidup.

Sedangkan Jiu Sheng (救生) artinya menyelamatkan makhluk hidup.

Catatan: Kadam Choeling Bandung adalah salah satu Dharma Center (Pusat Ajaran Buddha) di bawah naungan Kadam Choeling Indonesia (KCI).

Fang Sheng dan Jiu Sheng adalah salah satu bentuk praktik “welas asih” yang lazim dilakukan dalam berbagai tradisi Buddhis.

Fang Sheng dan Jiu Sheng bisa dilakukan secara rutin (misalnya, sebulan sekali) atau dilakukan di hari-hari khusus (misalnya saat Waisak).

Orang-orang yang melakukan Fang Sheng dan Jiu Sheng akan membeli hewan-hewan yang terperangkap di sangkar pedagang, kemudian melepaskan hewan tersebut ke alam bebas. 

Kegiatan Fang Sheng dan Jiu Sheng ini juga dikenal dengan istilah “Abhaya Dana” yang artinya berdana kebebasan dari rasa takut.

Burung dalam sangkar
Burung dalam sangkar (pixabay)

Umat Buddha bersedekah kepada sesama makhluk hidup dalam wujud membebaskan binatang yang terperangkap, ketakutan, dan terancam.

Dengan demikian, hewan-hewan itu bisa kembali hidup bebas di habitat asalnya. 

Ritual Fang Sheng dan Jiu Sheng bukan hanya menolong satu makhluk hidup, tetapi juga turut mengembalikan keseimbangan ekosistem dengan mengembalikan hewan ke habitat asal.

Baca juga: Jelang Detik-detik Waisak 2023, Umat Buddha Mulai Padati Pelataran Candi Borobudur

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved