Berita Jogja Hari Ini
Wujudkan Pariwisata Jogja Yang Aman dan Nyaman Jadi Tugas Bersama
Menyandang predikat kota pariwisata membuat Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata. Termasuk mem
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyandang predikat kota pariwisata membuat Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata.
Termasuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan selama berlibur.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan mengatakan Sapta Pesona harus terus dipelihara.
Tujuh pesona tersebut ialah aman, tertib, bersih, sejuk, ramah, indah dan kenangan.
Baca juga: Bantuan Cadangan Pangan dari Bapanas Bagi 56.491 KPM di Kulon Progo Telah Tersalurkan
"Kalau di regrouping itu nomor satu aman, kemudian selanjutnya adalah nyaman, sehingga memberikan kenangan yang baik bagi wisatawan. Kalau nggak aman, nggak nyaman tentu akan kontraproduktif," katanya dalam Ngobrolin Jogja, Senin (22/05/2023).
Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, Dinas Pariwisata DIY mengembangkan pariwisata bertanggungjawab atau responsibility toursm. Tidak sendiri, pihaknya berkolaborasi dengan pelaku pariwisata, industri pariwisata, dan stakeholder lain.
"Contoh di destinasi ada yang sakit, misalnya kena serangan jantung. Selama ini kan jadi tanggungjawab wisatawan dan keluarganya. Nah ini coba kami fasilitasi. Kami sudah kerja sama dengan Dinkes. Sehingga ketika terjadi cedera, destinasi bisa bantu, nggak bingung,"lanjutnya.
Menurut dia, untuk menciptakan pariwisata yang aman dan nyaman bukan hanya tanggungjawab pemerintah dan petugas kepolisian saja, tetapi seluruh pihak termasuk masyarakat.
Sementara itu, Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda DIY, AKBP Sinungwati mengakui keamanan menjadi faktor penting dalam pariwisata. Sebab wisatawan akan berpikir ulang jika destinasi wisata tidak aman.
Polda DIY pun telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan suasana aman di DIY.
"Salah satunya dengan KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan), Kapolda, Wakapolda setiap malam minggu, malam libur selalu turun langsung patroli. Mulai dari polsek, polresta, secara rutin melakukan patroli bersama. Ini menjadi salah satu upaya jangka pendek untuk menjaga keamanan, termasuk mencegah kejahatan jalanan,"ungkapnya.
Pencegahan jangka panjang juga dilakukan dengan dengan cara pendidikan karakter. Pihaknya memiliki program polisi sahabat anak di tingkat TK/PAUD, polisi cilik di tingkat SD, hingga tingkat perguruan tinggi.
"Program-program ini bertujuan untuk membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda. Kami juga melakukan sosialisasi, baik di sekolah, komunitas. Jangan sampai generasi muda terlibat dalam kejahatan jalanan, baik korban atau pelaku," sambungnya.
Menciptakan keamanan dan kenyamanan tidak bisa dilakukan oleh petugas kepolisian saja, tetapi kolaborasi dari 4 K yaitu Keluarga, Kampung, Kampus, dan Kraton.
"Kalau semua berkolaborasi, dari keluarga, kemudian kampung. Kampung ini bukan hanya kepala kampung, tetapi masyarakat. Kemudian kampus, termasuk sekolah, dan Kraton dalam hal ini pemerintah termasuk polisi. Tentu ini akan menciptakan keamanan dan kenyamanan. Ini jadi tanggungjawab warga Jogja, bukan dalam arti yang berKTP Jogja, tetapi yang beraktivitas di Jogja,"imbuhnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Podcast-Ngobrolin-Jogja-Senin-22052023.jpg)