Harga Telur Ayam Pecah Rekor, Pemerintah Harus Bertindak
Harga telur ayam pecah rekor hingga Rp40 ribu per kilogram. Pemicunya, ialah tingginya harga pakan dan proses distribusi yang tak normal.
Dia menjelaskan, komposisi bahan baku pakan ternak terdiri jagung, konsentrat, dan dedak bekatul alami. Kelangkaan juga terjadi pada bahan baku jagung. Produksi jagung dalam negeri belum mencukupi dan masih tergantung impor.
"Tingginya harga pakan merupakan refleksi dari harga bahan baku pakan, sehingga menyebabkan tidak seluruh peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak. Sebagian peternak ayam petelur memilih untuk tutup dan peternak ayam petelur yang sanggup membeli pakan akan menaikan biaya produksinya," katanya.
Faktor lain penyebab naiknya harga telur karena biaya transportasi atau angkutan. "Karena beberapa daerah belum bisa mencukupi kebutuhan Telur Ayam ras di daerahnya, sehingga masih supply membutuhkan dari daerah lain. Tingginya permintaan kebutuhan masyarakat," kata dia.
Berdasar berbagai faktor yang dideteksi, Whisnu mengatakan, pihaknya tengah melakukan beberapa langkah untuk mencegah kenaikan harga tersebut.
"Koordinasi dengan Dirjen Daglu dan instansi terkait untuk mempercepat realisasi importasi bahan baku pakan ternak, karena terbatasnya stok dalam negeri," katanya.
"Turun langsung ke para distributor dan sentra pasar untuk mengecek stabilitas harga dalam rangka menjaga kestabilan bahan pakan ternak, terutama jagung dan bahan pakan yang berasal dari impor," sebutnya.
Selain itu, Whisnu mengatakan, Satgas Pangan juga tengah berkoordinasi dengan Pemda dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi transportasi terhadap bahan pakan ternak ke peternak (Farm) dan peternak ayam petelur ke konsumen.
"Memangkas rantai distribusi yang bertujuan untuk mengurangi margin harga, sehingga harga di tingkat konsumen stabil sesuai harga acuan yang ditetapkan pemerintah," lanjutnya. (Tribun Network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/telur-ayam-ras-di-Pasar-Rejowinangun-Kota-Magelang-1922.jpg)